Kamis, 4 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Blora

Buntut Aksi Tumpah Tebu Petani Blora, Manajemen Hingga Mesin Pabrik Gula GMM Akan Diganti

Buntut dari aksi demo petani Tebu di Blora di depan Pabrik Gula GMM pada Senin (1/6/2026) lalu membuat Badan Urusan Logistik (Bulog) turun tangan.

Tayang:
Penulis: Val | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/M Iqbal Shukri
PABRIK GULA GMM - Ilustrasi pabrik Gula GMM tampak depan. 

TRIBUNJATENG.COM – Buntut dari aksi demo petani Tebu di Blora di depan Pabrik Gula GMM pada Senin (1/6/2026) lalu membuat Badan Urusan Logistik (Bulog) turun tangan.

Menyikapi tuntutan petani tebu, Bulog telah mengusulkan pergantian manajemen PT GMM dengan susunan yang baru. 

Langkah ini merupakan bentuk respons terhadap berbagai masukan dan harapan yang disampaikan para petani tebu agar perusahaan dapat dikelola secara lebih efektif, profesional, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan kepada petani.

Perubahan kepemimpinan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi operasional, meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan, serta mendorong terciptanya hubungan yang lebih baik antara perusahaan dengan petani sebagai mitra utama dalam ekosistem pergulaan.

DEMO PETANI TEBU - Suasana demonstrasi tumpah tebu di depan Pabrik Gula GMM Todanan, Blora, Senin (1/6/2026).
DEMO PETANI TEBU - Suasana demonstrasi tumpah tebu di depan Pabrik Gula GMM Todanan, Blora, Senin (1/6/2026). (TRIBUN JATENG/M Iqbal Shukri)

Selain pembenahan manajemen, Bulog juga telah mengajukan usulan perbaikan mesin boiler PT GMM kepada Pemegang Saham melalui mekanisme yang berlaku secara prosedural dan berjenjang.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan keandalan fasilitas produksi guna mendukung kelancaran proses giling dan optimalisasi kinerja pabrik.

Perum Bulog memahami bahwa keberlangsungan operasional pabrik gula yang optimal sangat penting untuk menjamin kelancaran penerimaan dan pengolahan tebu petani.

Oleh karena itu, berbagai upaya perbaikan terus dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan tata kelola perusahaan yang baik dan ketentuan yang berlaku.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Perum Bulog Tomi Wijaya menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mendengarkan aspirasi petani dan mengambil langkah-langkah perbaikan yang diperlukan guna mendukung keberlangsungan industri gula nasional.

“Setiap masukan dari petani menjadi perhatian kami. Berbagai langkah perbaikan yang telah dilakukan merupakan bentuk komitmen Bulog untuk memastikan operasional perusahaan semakin baik serta memberikan manfaat yang optimal bagi petani tebu dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan petani tebu Blora menggelar aksi demonstrasi tumpah tebu di depan Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (GMM) Todanan, Blora, Senin (1/6/2026).

Ini merupakan demo jilid kedua, setelah demo pertama digelar pada Kamis (2/4/2026) lalu, di Alun-alun Blora.

Aksi "tumpah tebu" itu menjadi lanjutan dari demonstrasi sebelumnya sebagai bentuk protes atas belum terpenuhinya tuntutan petani terkait penyerapan hasil panen tebu.

Selain itu, aksi ini juga sebagai bentuk protes untuk menagih janji terhadap Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, yang sempat menjanjikan penyerapan tebu petani tebu Blora Mei 2026. Namun janji itu, hingga kini belum terealisasi.

Seorang petani tebu yang ikut aksi, Anton Sudibdyo, mengatakan demonstrasi kali ini merupakan aksi jilid II yang lahir dari kekecewaan petani terhadap respons pemerintah dan pihak terkait yang dinilai belum memberikan solusi konkret.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved