Berita Cilacap
Camat Adipala Cilacap Minta Maaf Terbuka Usai Oknum Pegawai Diduga Lakukan Pelecehan
Pemerintah Kecamatan Adipala akhirnya buka suara terkait ramainya perbincangan dugaan pelanggaran pelecehan dalam pelayanan publik.
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Pemerintah Kecamatan Adipala akhirnya buka suara terkait ramainya perbincangan di media sosial mengenai dugaan pelanggaran pelecehan dalam pelayanan publik yang melibatkan seorang oknum di lingkungan Kantor Kecamatan Adipala.
Melalui pernyataan resmi, Camat Adipala Firdaus Azy Mutia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat sekaligus menjelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah kecamatan menyikapi aduan yang berkembang.
Baca juga: Viral Oknum Pegawai Kecamatan Adipala Cilacap Diduga Pegang Paha Warga di Layanan Kependudukan
Firdaus mengatakan, pihaknya memahami informasi yang beredar telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat sehingga perlu memberikan penjelasan secara terbuka agar publik memperoleh informasi yang berimbang.
"Menanggapi informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan pelanggaran dalam pelayanan publik, kami merasa perlu menyampaikan klarifikasi secara terbuka sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat," kata Firdaus, Rabu (3/6/2026).
Ia mengakui adanya keluhan terkait pelayanan yang dinilai kurang profesional serta dugaan tindakan tidak patut yang menjadi sorotan publik sehingga pemerintah kecamatan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas pelayanan yang dianggap belum optimal maupun dugaan tindakan yang menimbulkan ketidaknyamanan dan keresahan bagi pihak yang terdampak," ujarnya.
Menurut Firdaus, Kecamatan Adipala tidak akan mengabaikan setiap aduan yang masuk dan membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian serupa untuk melapor secara langsung.
"Kami mengajak masyarakat yang mengetahui, mengalami, atau memiliki informasi terkait peristiwa serupa untuk menyampaikannya kepada kami agar dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku," katanya.
Ia menegaskan, setiap laporan yang diterima akan ditangani secara profesional, objektif, dan transparan dengan tetap menjamin kerahasiaan identitas pelapor.
"Kami memastikan seluruh laporan diproses secara serius dan identitas pelapor akan kami lindungi sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Firdaus.
Selain itu, Firdaus mengapresiasi masyarakat yang turut menjalankan fungsi kontrol terhadap pelayanan publik karena dinilai menjadi bagian penting dalam upaya perbaikan kualitas layanan pemerintah.
"Masukan dan pengawasan dari masyarakat menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik," ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut atas informasi yang berkembang, pihak Kecamatan Adipala telah melakukan pemeriksaan internal terhadap oknum yang diduga terkait dengan kasus tersebut.
Firdaus menjelaskan, pemeriksaan dilakukan oleh tim internal pada Jumat (29/5/2026) untuk mengumpulkan fakta, meminta keterangan dari pihak terkait, serta menyusun kronologi kejadian secara objektif.
| Jejak Sampah Plastik dalam Tubuh Hiu Paus Terdampar di Cilacap, Sinyal Darurat Ekosistem Laut |
|
|---|
| Mayoritas Terjadi di Permukiman, Kerugian Kebakaran di Cilacap Tembus Rp 1,2 Miliar |
|
|---|
| 32 Motor Knalpot Brong Disita Polisi dalam Patroli Malam Minggu di Cilacap |
|
|---|
| Segel Dapur MBG di Cilacap, Relawan: Konflik Internal Sudah Lama Terjadi |
|
|---|
| PAD Cilacap Digenjot, Bapenda Optimistis Target Pajak Rp523 Miliar Tercapai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260603_Pelanggaran-pelayanan-di-Kecamatan-Adipala-Cilacap_1.jpg)