Berita Semarang
Pertamina Sebut Konsumsi Pertamax di Jateng Capai 25,9 Persen
Mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: muslimah
Pertamina Sebut Konsumsi Pertamax di Jateng Capai 25,9 Persen
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Masyarakat Jawa Tengah mulai Rabu (10/6/2026) menghadapi penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green di seluruh SPBU Pertamina.
Pertamax (RON 92) saat ini adalah Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 dibanderol Rp17.000 per liter.
Meski demikian, harga BBM subsidi yakni Pertalite dan Biosolar dipastikan tetap masing-masing Rp10.000 per liter dan Rp6.800 per liter.
Baca juga: Resmi Berubah, Daftar Harga Bahan Bakar Minyak BBM Terbaru Rabu 10 Juni 2026, Naik Rp 4.100
Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan mayoritas konsumsi BBM masyarakat di wilayah Jawa Bagian Tengah masih didominasi produk yang tidak mengalami perubahan harga.
"Tercatat hingga Juni 2026, pada segmen gasoline konsumsi Pertalite mencapai 73,3 persen dan Pertamax 25,9 persen, sementara Pertamax Turbo dan Pertamax Green secara total hanya sekitar 0,9 persen. Sedangkan pada segmen gasoil, konsumsi Biosolar mencapai 96,6 persen, sementara Dexlite dan Pertamina Dex secara total hanya sekitar 3,4 persen," ujarnya.
Menurut Taufiq, dengan komposisi tersebut lebih dari 98 persen konsumsi BBM masyarakat berasal dari produk yang tidak mengalami penyesuaian harga sehingga dampaknya terhadap masyarakat secara luas relatif terbatas.
Mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.
Sementara Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.
Adapun harga Pertamax Turbo (RON 98) tetap Rp20.750 per liter. Untuk produk diesel non-subsidi, Dexlite tetap Rp23.000 per liter dan Pertamina Dex tetap Rp24.800 per liter.
Sementara itu, harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan setelah melalui koordinasi dengan pemerintah dan evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.
"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah. Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator," kata Roberth.
Ia menegaskan Pertamina tetap menjaga ketersediaan dan kualitas produk BBM di seluruh wilayah Indonesia.
"Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina. Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina maupun aplikasi MyPertamina," ujarnya. (Rad)
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Rabu 10 Juni 2026: Cerah |
|
|---|
| Tak Ada Perlakuan Khusus, Bupati Pati Nonaktif Sudewo Jalani Mapenaling di Rutan Semarang |
|
|---|
| 297 CPNS Formasi 2025 Resmi Berstatus PNS, Agustina: Kota Semarang Dapat Energi Baru |
|
|---|
| Cegah Kebocoran PAD, Juru Parkir di Purwodinatan Dibina Dishub Kota Semarang |
|
|---|
| Belum Kantongi Izin PBG, Proyek Pembangunan Tower BTS di Tembalang Disegel Satpol PP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260610_harga-bbm-semarang.jpg)