Sabtu, 13 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dampak Harga BBM Naik

Ketua DPRD Cilacap Taufik Sebut Kenaikan BBM Non-Subsidi Sulit Dihindari

Ketua DPRD Kabupaten Cilacap, Taufik Nurhidayat, menilai lonjakan nilai tukar dolar AS dan kenaikan harga BBM non-subsidi

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Reza Gustav Pradana
Ketua DPRD Kabupaten Cilacap, Taufik Nurhidayat embahas dampak penguatan dolar AS dan kenaikan harga BBM non-subsidi terhadap masyarakat, termasuk naiknya harga kebutuhan pokok serta tekanan terhadap daya beli warga. (TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Ketua DPRD Kabupaten Cilacap, Taufik Nurhidayat, menilai lonjakan nilai tukar dolar AS dan kenaikan harga BBM non-subsidi mulai memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat, terutama melalui naiknya harga kebutuhan pokok dan menurunnya daya beli warga.

Hal itu disampaikan Taufik saat ditanyai isu terkini, seusai menjadi saksi dalam sidang dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan terdakwa Ahmad Yazid Basyaiban alias Gus Yazid dan Andi Nurul Huda di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (11/6/2026) kemarin.

Taufik mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait kenaikan harga kebutuhan sehari-hari. 

Berdasarkan hasil pertemuannya dengan warga di berbagai daerah, dampak tekanan ekonomi mulai dirasakan secara langsung di tingkat rumah tangga.

"Kalau menurut warga yang saya ketemu, itu berdampak sekali karena banyak sekali kebutuhan pokok yang naik," kata dia.

Meski demikian, dia menilai situasi sosial di masyarakat masih relatif kondusif dan belum menimbulkan gejolak yang berarti.

Menurut dia, pemerintah perlu bergerak cepat menjaga stabilitas ekonomi dan merespons berbagai peringatan yang telah disampaikan sejumlah lembaga ekonomi maupun otoritas keuangan.

"Masyarakat masih kondusif, kita harapkan pemerintah segera mengambil langkah.

Kalau ada peringatan dari BI, jangan dijadikan olok-olok, tetapi dijadikan penyemangat untuk segera memperbaiki keadaan," katanya.

Kondisi ekonomi saat ini, lanjut dia, tidak bisa dilepaskan dari tingginya ketergantungan terhadap barang impor. 

Baca juga: Suparman Pembunuh Bilqis Bocah Sragen Ternyata Juga Pernah Bunuh Perempuan dan Waria

Ketika kurs dolar menguat terhadap rupiah, berbagai komoditas dan kebutuhan masyarakat berpotensi mengalami kenaikan harga.

"Kalau diimpornya banyak, berarti banyak sekali barang-barang yang harganya akan naik. 

Yang kedua, daya beli masyarakat," ujarnya.

Sebagai wakil rakyat, Taufik mengajak semua pihak melihat persoalan ekonomi secara lebih konstruktif. 

Dia menilai kritik terhadap pemerintah tetap diperlukan, tetapi harus dibarengi dengan upaya mencari solusi bersama, bukan sekadar saling menyalahkan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
Live
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved