Tribunjateng Hari ini
Tanggapi Demo Mahasiswa, Qodari Pastikan MBG Jalan Terus
Ribuan mahasiswa dan warga yang tergabung dalam gerakan Banyumas Raya Marah berdemo di depan kantor bupati, Sabtu (13/6).
Penulis: Achiar M Permana | Editor: muh radlis
Kedua, massa mendesak pemerintah menstabilkan sekaligus menurunkan harga kebutuhan pokok dan harga BBM yang dianggap semakin membebani masyarakat.
Ketiga, mereka meminta penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan proyek Koperasi Desa Merah Putih yang menurut mereka perlu dievaluasi secara menyeluruh.
Keempat, massa menyatakan penolakan terhadap praktik militerisme dan mendesak penegakan supremasi sipil dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kelima, mereka mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, akhirnya menemui para pendemo, yang berhasil masuk dan menduduki Pendapa Si Panji seusai terjadi aksi saling dorong dengan aparat keamanan.
Massa aksi Banyumas Raya Marah mendesak agar tuntutan mereka segera diteruskan ke pemerintah pusat, melalui Bupati Banyumas.
Sadewo memilih tidak menandatangani dokumen tuntutan mahasiswa, tetapi dia berjanji akan menyiapkan surat resmi yang akan diteruskan ke tingkat nasional.
"Kami sudah mengaspirasikan, kami akan bawa aspirasi tersebut. Kami akan bawa ke Jakarta," kata Sadewo di hadapan massa mahasiswa.
Gejayan Memanggil
Aksi serupa juga berlangsung di Yogyakarta. Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Memanggil berdemo di Simpang Tiga Jalan Affandi (Pertigaan Gejayan), Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Sabtu.
Massa yang mengenakan pakaian serbahitam, menuntut pengunduran diri Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta membawa 10 tuntutan utama yang menyoroti berbagai krisis multidimensi di Indonesia.
Marsinah, perwakilan dari Aliansi Rakyat Memanggil, menegaskan bahwa turunnya massa ke jalan didasari oleh ketidakmampuan pemerintah saat ini dalam memperbaiki taraf hidup masyarakat.
Ia menyoroti sejumlah program unggulan pemerintah yang dinilai justru berpotensi menjadi celah korupsi berskala besar.
"Hari ini kita turun aksi untuk menuntut hal yang diinginkan oleh seluruh rakyat Indonesia yaitu turunkan Prabowo Gibran karena dilihat tidak punya kemampuan untuk mempertahankan apalagi memperbaiki ya situasi kehidupan rakyat Indonesia,” kata Marsinah.
“Solusinya yang paling dekat adalah untuk menghentikan MBG, kemudian menghentikan Koperasi Desa Merah Putih," sambungnya.
demo mahasiswa ricuh
Demo Mahasiswa di Jakarta
Kondisi Terkini Demo Mahasiswa
Tribunjateng.com
Muh Radlis
| Ingin Mobil Ambulans Tampil Lebih Ramah, Komunitas Kitty Group Hias dengan Stiker Kartun |
|
|---|
| Yustina Kusmanti Bisnis Ikan dari Klaten, Tiap Sepuluh Hari Bisa Kirim 15 Ton Ikan Nila ke Papua |
|
|---|
| Dua Perempuan Ditemukan Tewas di Banyumas, Polisi Tangkap Cucu dari Korban yang Ditemukan di Sumur |
|
|---|
| Bantah terkait Korupsi MBG, Ketua DPRD Jateng Ngaku Tak Kenal Sony Sonjaya |
|
|---|
| Musthofa Tunaikan Nazar Jalan Kaki dari Donohudan ke Suruh Sepulang Haji |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Minggu-14-Juni-2026.jpg)