Tribunjateng Hari ini
Tanggapi Demo Mahasiswa, Qodari Pastikan MBG Jalan Terus
Ribuan mahasiswa dan warga yang tergabung dalam gerakan Banyumas Raya Marah berdemo di depan kantor bupati, Sabtu (13/6).
Penulis: Achiar M Permana | Editor: muh radlis
Lebih lanjut, Marsinah memaparkan bagaimana program-program tersebut membebani masyarakat di tingkat bawah, termasuk menekan profesi guru honorer yang diberi tugas tambahan, hingga matinya daya beli masyarakat di pasar tradisional.
Tanggapan Istana
Sementara itu, pihak Istana merespons sejumlah tuntutan yang disampaikan mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat dalam aksi demonstrasi di pelbagai daerah.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom), Muhammad Qodari mengatakan, pemerintah telah mengambil berbagai langkah untuk menjawab tuntutan tersebut, mulai dari efisiensi anggaran, upaya memperkuat ketahanan energi, evaluasi pelaksanaan program MBG hingga membenahi struktur ekonomi nasional.
"Mengenai tuntutan pertama, misalnya terkait pemborosan APBN, yang dilakukan oleh Pak Prabowo justru selama ini adalah menghentikan pemborosan di berbagai sektor," ujar Qodari dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Qodari, pemerintah memangkas berbagai pos belanja yang dinilai tidak mendesak dan tidak esensial sehingga mampu menghemat anggaran negara sekitar Rp 300 triliun.
Upaya tersebut, lanjut Qodari, juga dibarengi dengan berbagai kebijakan untuk menutup kebocoran anggaran negara.
Salah satunya melalui pembentukan Danantara yang disebut bertujuan memperkuat tata kelola aset dan kekayaan negara.
"Jadi kalau soal kebocoran, Bapak Presiden adalah panglima paling depan. Panglima dalam melawan kebocoran. Karena itu, beliau harus didukung oleh teman-teman mahasiswa," kata Qodari.
Sementara itu, Qodari memastikan, pemerintah tidak akan menghentikan program MBG sebagaimana dituntut mahasiswa. Menurut dia, program tersebut tetap berjalan sambil terus dievaluasi.
"Jadi begini, program apa pun pasti mengalami dinamika pada tataran implementasi atau operasionalisasi. Dari satu gagasan menjadi sebuah program operasional itu perlu diturunkan. Pasti ada variasi dan pasti ada masalah. Hanya orang mati yang tidak ada masalah. Selama kita hidup pasti ada masalah," paparnya.
Dia menegaskan, berbagai kendala dalam pelaksanaan program tidak bisa dijadikan alasan untuk menghentikannya. Sebab, hal terpenting adalah memperbaiki tata kelolanya.
Qodari juga menanggapi tuntutan mahasiswa terkait kenaikan harga BBM nonsubsidi.
Menurut dia, perubahan harga dipengaruhi kondisi global dan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor energi.
Dia mengatakan, pemerintah saat ini berupaya mewujudkan ketahanan energi agar Indonesia tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar negeri. (Permata Putra Sejati/Tribun Jogja/Kompas.com)
demo mahasiswa ricuh
Demo Mahasiswa di Jakarta
Kondisi Terkini Demo Mahasiswa
Tribunjateng.com
Muh Radlis
| Ingin Mobil Ambulans Tampil Lebih Ramah, Komunitas Kitty Group Hias dengan Stiker Kartun |
|
|---|
| Yustina Kusmanti Bisnis Ikan dari Klaten, Tiap Sepuluh Hari Bisa Kirim 15 Ton Ikan Nila ke Papua |
|
|---|
| Dua Perempuan Ditemukan Tewas di Banyumas, Polisi Tangkap Cucu dari Korban yang Ditemukan di Sumur |
|
|---|
| Bantah terkait Korupsi MBG, Ketua DPRD Jateng Ngaku Tak Kenal Sony Sonjaya |
|
|---|
| Musthofa Tunaikan Nazar Jalan Kaki dari Donohudan ke Suruh Sepulang Haji |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Minggu-14-Juni-2026.jpg)