Minggu, 14 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Tanggapi Demo Mahasiswa, Qodari Pastikan MBG Jalan Terus 

Ribuan mahasiswa dan warga yang tergabung dalam gerakan Banyumas Raya Marah berdemo di depan kantor bupati, Sabtu (13/6).

Tayang:
Penulis: Achiar M Permana | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Minggu 14 Juni 2026 

Lebih lanjut, Marsinah memaparkan bagaimana program-program tersebut membebani masyarakat di tingkat bawah, termasuk menekan profesi guru honorer yang diberi tugas tambahan, hingga matinya daya beli masyarakat di pasar tradisional. 

Tanggapan Istana

Sementara itu, pihak Istana merespons sejumlah tuntutan yang disampaikan mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat dalam aksi demonstrasi di pelbagai daerah.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom), Muhammad Qodari mengatakan, pemerintah telah mengambil berbagai langkah untuk menjawab tuntutan tersebut, mulai dari efisiensi anggaran, upaya memperkuat ketahanan energi, evaluasi pelaksanaan program MBG hingga membenahi struktur ekonomi nasional. 

"Mengenai tuntutan pertama, misalnya terkait pemborosan APBN, yang dilakukan oleh Pak Prabowo justru selama ini adalah menghentikan pemborosan di berbagai sektor," ujar Qodari dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026). 

Menurut Qodari, pemerintah memangkas berbagai pos belanja yang dinilai tidak mendesak dan tidak esensial sehingga mampu menghemat anggaran negara sekitar Rp 300 triliun.

Upaya tersebut, lanjut Qodari, juga dibarengi dengan berbagai kebijakan untuk menutup kebocoran anggaran negara.

Salah satunya melalui pembentukan Danantara yang disebut bertujuan memperkuat tata kelola aset dan kekayaan negara. 

"Jadi kalau soal kebocoran, Bapak Presiden adalah panglima paling depan. Panglima dalam melawan kebocoran. Karena itu, beliau harus didukung oleh teman-teman mahasiswa," kata Qodari. 

Sementara itu, Qodari memastikan, pemerintah tidak akan menghentikan program MBG sebagaimana dituntut mahasiswa. Menurut dia, program tersebut tetap berjalan sambil terus dievaluasi.

"Jadi begini, program apa pun pasti mengalami dinamika pada tataran implementasi atau operasionalisasi. Dari satu gagasan menjadi sebuah program operasional itu perlu diturunkan. Pasti ada variasi dan pasti ada masalah. Hanya orang mati yang tidak ada masalah. Selama kita hidup pasti ada masalah," paparnya. 

Dia menegaskan, berbagai kendala dalam pelaksanaan program tidak bisa dijadikan alasan untuk menghentikannya. Sebab, hal terpenting adalah memperbaiki tata kelolanya. 

Qodari juga menanggapi tuntutan mahasiswa terkait kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Menurut dia, perubahan harga dipengaruhi kondisi global dan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor energi.

Dia mengatakan, pemerintah saat ini berupaya mewujudkan ketahanan energi agar Indonesia tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar negeri. (Permata Putra Sejati/Tribun Jogja/Kompas.com) 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved