Ungaran
"Kami Mohon Maaf" DPU Kabupaten Semarang Soal Jalan Rusak di Wringinputih
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang meminta maaf kepada masyarakat terkait kondisi Jalan Wringinputih, Kecamatan Bergas.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang meminta maaf kepada masyarakat terkait kondisi Jalan Wringinputih, Kecamatan Bergas, yang rusak dan sempat diprotes warga dengan menumpuk batu serta pohon pisang di sejumlah titik jalan.
Plt Kepala DPU Kabupaten Semarang, Danang Eko Wahyuono mengakui, kondisi jalan tersebut belum sesuai harapan masyarakat. Menurutnya, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam penanganan seluruh jalan kabupaten yang mencapai 1.227 kilometer.
"Kami mohon maaf kepada masyarakat semua bahwa kondisi saat ini belum bisa sesuai ekspektasi. Dengan anggaran yang terbatas, kami harus menangani seluruh ruas jalan kabupaten. Keterbatasan itu yang memang terutama dari segi pendanaan. Namun begitu, ini tetep jadi perhatian kami," tutur Danang, Minggu (14/6/2026).
Ia menjelaskan, jalan raya Wringinputih tersebut merupakan bagian dari ruas Jalan Karangjati-Ngombo. Sebenarnya, jalan itu telah mendapatkan penanganan pada 2025. Saat itu, DPU mengalokasikan anggaran sekitar Rp 600 juta dan mendapat dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari PT Mahidara Artha Sangkara senilai sekira Rp1 miliar.
"Penanganannya 350 meter (dari CSR) Kami 150 meter. Jadi, tahun lalu 500 meter tertangani," sebutnya.
Meski demikian, kerusakan masih terjadi di sejumlah titik. DPU menyebut, ruas jalan di wilayah tersebut yang masih perlu pemanganan sekitar 500 meter. Pada 2026 ini, DPU memasukkan perbaikan ruas jalan tersebut dalam program pemeliharaan rutin.
"Tahun ini, kami masuk pemeliharaan rutin. Paling tidak, belum sempurna tetapi kenyamanan bisa naik sedikit. Yang masih rusak sekitar 500 meter. Itu yang menjadi pekerjaan rumah kami," katanya.
Danang menambahkan, pemerintah daerah telah merencanakan alokasi anggaran sekitar Rp900 juta pada tahun 2027 untuk melanjutkan perbaikan jalan tersebut secara bertahap.
Menurutnya, pemerintah harus membagi anggaran secara proporsional karena banyak ruas jalan di wilayah Kabupaten Semarang yang juga membutuhkan penanganan.
"Memang, dengan anggaran terbatas kami harus benar-benar menata uang sehingga kami harus bisa memenuhi semua apa yang diinginkan masyarakat. Itu belum bisa memuaskan semua pihak," ucapnya.
Lebih lanjut, Danang berharap, seluruh elemen masyarakat dapat menjaga kondusifitas wilayah. Pihaknya berkomitmen akan mencari sumber-sumber pendanaan lainnya untuk perbaikan infrastruktur, misalnya melalui dana alokasi khusus (DAK) maupun bankeu.
Di sisi lain, pihaknya juga berkomubikasi dengan pihak perusahaan agar aktivitas tambang ini meminimalisasi dampak negatif bagi masyarakat.
"Kami komumikasikan terkait muatan. Pertama, debu jadi keluhan. Tonase yang besar," terangnya. (eyf)
| Protes Jalan Rusak, Warga Wringinputih Bergas Pasang Batu dan Pohon Pisang |
|
|---|
| Ini Prediksi Proyek Perbaikan Jalan di Dekat Pasar Bandarjo Ungaran Selesai, Warga Diimbau Lewat Tol |
|
|---|
| Siswa SMP di Ungaran Sudah Jalani TKA, Jadi Modal Untuk Seleksi Jalur Prestasi |
|
|---|
| 48 Ribu Pohon Baru Ditanam di Hutan Lestari Ungaran, Bisa Diharap Perbaiki Hulu Sungai Babon |
|
|---|
| Jembatan Sigandu di Ungaran Tergerus, Polisi Minta Warga Tak Lewat Dulu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260611_DIPASANG-BATU-Jalan-raya-di-Wringinputih.jpg)