Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Seorang Wanita Tewas Tertabrak KA Manahan Relasi Solo-Bekasi, Ini identitasnya

Peristiwa warga tertemper kereta api (KA) kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang wanita di Desa Sleman, Kecamatan Sliyeg

Tayang:
Penulis: Msi | Editor: muslimah
Kompas.com/Dok Polsek Sliyeg
Polisi saat mengevakuasi jenazah seorang wanita asal Kabupaten Cirebon yang tewas tertabrak KA Manahan relasi Solo-Bekasi di jalur rel KM 182, Desa Sleman, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (28/5/2026) 

Seorang Wanita Tewas Tertabrak KA Manahan Relasi Solo-Bekasi, ini identitasnya

TRIBUNJATENG.COM - Peristiwa warga tertemper kereta api (KA) kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang wanita di Desa Sleman, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. 

Wanita tersebut tewas tertabrak KA Manahan relasi Solo-Bekasi di jalur rel Km 182.

Kondisinya sangat memprihatinkan karena benturan keras.

Korban sempat sulit diidentifikasi.

Baca juga: Meninggalnya Bagas dan Keluarga di Temanggung Terasa hingga Kraton Jogja, "Dia Bisa Diandalkan"

Setelah diidentifikasi, korban diketahui bernama Tati Rohati (48), warga Karangwangi, Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon.

Kapolsek Sliyeg, AKP Edi Mulyana, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Menurutnya, peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis (28/5/2026) sekitar 04.14 WIB.

Edi mengatakan, insiden ini awalnya diinformasikan masinis KA Manahan kepada petugas keamanan stasiun yang kemudian melapor ke Polsek Sliyeg.

"Dua petugas pengamanan yang sedang berjaga malam, Kardani (24) dan Dodi Diganti (27), langsung mengecek untuk memastikan kebenaran informasi. Setelah menemukan jasad korban, mereka segera meneruskan laporan ke Polsek Sliyeg," kata Edi saat dikonfirmasi, Jumat (29/5/2026).

Mendapat tembusan laporan tersebut, jajaran kepolisian langsung meluncur ke lokasi kejadian (TKP).

Sekitar pukul 06.30 WIB, petugas tiba dan menemukan jenazah korban yang dilaporkan.

"Ketika ditemukan fisik korban cukup memprihatinkan akibat benturan keras," jelas Edi.

Edi menyampaikan, dalam proses olah TKP, Polsek Sliyeg turut melibatkan Tim Inafis Sat Reskrim Polres Indramayu.

Adapun ketika pemeriksaan awal di lokasi, polisi sempat kesulitan mengidentifikasi korban karena tidak adanya kartu identitas yang melekat pada tubuh korban.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved