Minggu, 31 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Teror Api Misterius di Rumah Agus, Sudah Ada 56 Titik Kebakaran, Keluarga Berjaga Siang Malam

Api tersebar di berbagai ruang: kamar tidur, kamar mandi, ruang depan, ruang tengah, dapur, halaman samping, hingga halaman belakang

Tayang:
Penulis: Msi | Editor: muslimah
Tribun Jogja
TERBAKAR - Api yang muncul seketika membakar pakaian dan sofa rusak di rumah Agus Yani, Sabtu (30/5/2026) dini hari.  

Berbagai barang telah terdampak akibat kemunculan api tersebut, mulai dari kain, handuk, tikar, kabel, helm, styrofoam hingga baskom plastik.

Api juga sempat membakar tumpukan kayu di halaman belakang rumah.

Situasi itu membuat keluarga harus terus memantau kondisi rumah.

Seluruh penghuni akhirnya memilih mengungsi ke ruko yang berada di samping rumah demi alasan keselamatan.

Baca juga: Teror Api di Rumah Agus, Selalu Muncul saat Malam, Kali Ini Handuk Merah Tiba-tiba Menyala

 

Dinkes Siapkan Pendampingan Psikologis

Rentetan kejadian yang berlangsung selama sepekan turut berdampak pada kondisi psikologis keluarga korban.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti rencana pendampingan psikologis bagi keluarga terdampak.

"Siap (terkait pendampingan psikologi) nanti kita tindaklanjuti. Tapi api itu energi alam, harus dicari solusi juga dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup). Kalau api-nya padam, stresnya juga hilang," kata Cahya, dikutip dari Tribun Jogja, Jumat (29/5/2026).

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui BPBD juga telah menyalurkan bantuan logistik darurat untuk memenuhi kebutuhan keluarga selama masa penanganan berlangsung.

Penyebab Masih Ditelusuri

Sementara itu, upaya mengungkap penyebab kemunculan api misterius masih terus dilakukan.

Hasil pemeriksaan awal Tim Gegana Satbrimob Polda DIY mengarah pada dugaan akumulasi gas metana dari instalasi pengolahan air limbah rumah tangga yang terperangkap di bawah lantai rumah.

Sejumlah langkah penanganan telah dilakukan, mulai dari pengurasan septic tank, perbaikan saluran yang bocor, hingga pemasangan pipa pembuangan gas ke udara.

Meski demikian, penyebab pasti fenomena tersebut masih dalam penyelidikan.

Pemerintah daerah menggandeng akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan UPN Veteran Yogyakarta untuk melakukan kajian lanjutan.

BPBD Sleman juga berkoordinasi dengan Basarnas dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) guna menelusuri kemungkinan adanya sumber gas di sekitar lokasi kejadian.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved