Berita Regional
Teror Api Misterius di Rumah Agus, Sudah Ada 56 Titik Kebakaran, Keluarga Berjaga Siang Malam
Api tersebar di berbagai ruang: kamar tidur, kamar mandi, ruang depan, ruang tengah, dapur, halaman samping, hingga halaman belakang
Berbagai barang telah terdampak akibat kemunculan api tersebut, mulai dari kain, handuk, tikar, kabel, helm, styrofoam hingga baskom plastik.
Api juga sempat membakar tumpukan kayu di halaman belakang rumah.
Situasi itu membuat keluarga harus terus memantau kondisi rumah.
Seluruh penghuni akhirnya memilih mengungsi ke ruko yang berada di samping rumah demi alasan keselamatan.
Baca juga: Teror Api di Rumah Agus, Selalu Muncul saat Malam, Kali Ini Handuk Merah Tiba-tiba Menyala
Dinkes Siapkan Pendampingan Psikologis
Rentetan kejadian yang berlangsung selama sepekan turut berdampak pada kondisi psikologis keluarga korban.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti rencana pendampingan psikologis bagi keluarga terdampak.
"Siap (terkait pendampingan psikologi) nanti kita tindaklanjuti. Tapi api itu energi alam, harus dicari solusi juga dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup). Kalau api-nya padam, stresnya juga hilang," kata Cahya, dikutip dari Tribun Jogja, Jumat (29/5/2026).
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui BPBD juga telah menyalurkan bantuan logistik darurat untuk memenuhi kebutuhan keluarga selama masa penanganan berlangsung.
Penyebab Masih Ditelusuri
Sementara itu, upaya mengungkap penyebab kemunculan api misterius masih terus dilakukan.
Hasil pemeriksaan awal Tim Gegana Satbrimob Polda DIY mengarah pada dugaan akumulasi gas metana dari instalasi pengolahan air limbah rumah tangga yang terperangkap di bawah lantai rumah.
Sejumlah langkah penanganan telah dilakukan, mulai dari pengurasan septic tank, perbaikan saluran yang bocor, hingga pemasangan pipa pembuangan gas ke udara.
Meski demikian, penyebab pasti fenomena tersebut masih dalam penyelidikan.
Pemerintah daerah menggandeng akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan UPN Veteran Yogyakarta untuk melakukan kajian lanjutan.
BPBD Sleman juga berkoordinasi dengan Basarnas dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) guna menelusuri kemungkinan adanya sumber gas di sekitar lokasi kejadian.
| Seorang Wanita Tewas Tertabrak KA Manahan Relasi Solo-Bekasi, Ini identitasnya |
|
|---|
| Sertu Riza yang Bunuh Anak 15 Tahun Divonis 10 Bulan Penjara dan Tak Dipecat, LBH: Sangat Tak Adil |
|
|---|
| Pria Ini Kuras Uang Toko dengan QRIS Palsu Buatan AI |
|
|---|
| Sempat Dikira Dibawa Makhluk Halus, Dua Balita Ditemukan Tewas di Septic Tank Proyek Sekolah Rakyat |
|
|---|
| Ditagih Malah Pinjam Uang Lagi, Wanita Ini Bikin Temannya Emosi hingga Dibunuh dan Dibuang ke Sungai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260530_TEROR-API-SLEMAN.jpg)