Tribunjateng Hari ini
Adamifa Libatkan Nelayan Ujungbatu untuk Garap Film Terbang Terendam
Sineas asal Jepara sukses menorehkan prestasi di Festival Film Horor (FFH) 2025, yang berlangsung di Pacitan, Jawa Timur.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Sineas asal Jepara sukses menorehkan prestasi di Festival Film Horor (FFH) 2025.
Dalam festival itu, film horor yang mengusung latar budaya pesisir meraih juara 2 nasional.
Tidak ada sosok hantu yang tiba-tiba muncul dengan efek visual mahal.
Suasana mencekam justru datang dari bunyi rebana yang berdentam sendiri di kawasan pesisir.
Begitulah film pendek berjudul Terbang Terendam, produksi Komunitas Ladamif Film Jepara.
Film itu berhasil mencuri perhatian juri dan meraih Silver Skull Trophy FFH 2025 di Pacitan, Jawa Timur, 2025 lalu.
Terbang Terendam yang ditulis dan disutradarai Adamifa, terpilih sebagai juara II kategori nasional.
Pada kategori itu, Mama Minta Hotspot produksi Kolong Sinema, Yogyakarta.
Adapun posisi III dan IV, ditempati Diam-Diam, Aku Ingin Melawan produksi Moro-Moro Production Solo.
Film karya Ruang Aktor Project Banjarmasin, Sisigan Kaiau Sima, terpilih untuk Special Mention.
Kehidupan nelayan
Film Terbang Terendam tampil sederhana, namun kuat.
Dengan latar kehidupan nelayan di Kelurahan Ujungbatu, Jepara, horor dibangun pelan-pelan, mengendap di suasana, bukan di wujud.
“Horor itu tidak selalu soal hantu. Kadang yang tidak terlihat justru lebih menyeramkan,” kata Adamifa, sutradara sekaligus penulis naskah Terbang Terendam, kepada Tribun Jateng, Minggu (21/12/2025).
Adamifa mengaku, tak pernah membayangkan bahwa film yang digarap dengan biaya sekitar Rp 3 juta itu harus bersaing dengan sineas mapan dari berbagai daerah.
| Kali Pertama, Penyembelihan Dam Jemaah Haji Boyolali 2026 di RPH Ampel, Sauman Pun Senang |
|
|---|
| Masuk Kurikulum Pendidikan Sekolah di Jepara, Anak Belajar Praktik Pengelolaan Sampah Sejak Dini |
|
|---|
| Lagi, Polisi Tangkap Pocong Bonceng Sepeda Motor |
|
|---|
| Kemenag Jawa Tengah Sebut Padang Ati Bukan Pondok Pesantren |
|
|---|
| Pengasuh Ponpes Padepokan Padang Ati Jadi Tersangka Pencabulan Santriwati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-hari-Ini-Selasa-22-Desember-2025.jpg)