Jumat, 12 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

10 Pemuda Desa Kawak Jepara Mainkan Sepakbola Api 25 Menit, Simbol Memerangi Hawa Nafsu dan Amarah

Sepakbola api yang dimainkan warga Desa Kawak sudah berlangsung 11 tahun sejak pertama kali digelar pada 2016 lalu

Tayang:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Saiful Ma sum
SEPAKBOLA API - Pemuda Desa Kawak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara menggelar festival sepakbola api, Selasa (21/4/2026) malam di halaman Balaidesa Kawak. Tradisi ini bagian dari kegiatan gebyar sedekah bumi Desa Kawak yang digelar lima hari.  

10 Pemuda Desa Kawak Jepara Mainkan Sepakbola Api 25 Menit, Simbol Memerangi Hawa Nafsu dan Amarah

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - 11 tahun sudah masyarakat Desa Kawak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara menjaga, merawat dan melestarikan sebuah tradisi unik dalam bentuk sepakbola api.

Yaitu jenis olahraga dimainkan dua tim yang saling berhadapan, masing-masing tim terdiri dari lima pemain.

Sepakbola yang diperagakan para pemuda Desa Kawak berbeda dengan sepakbola pada umumnya.

Kali ini bola yang digunakan adalah jenis bola api terbuat dari batok kelapa tua yang sudah kering dan sudah direndam minyak tanah, selanjutnya disulut dengan api.

Sepakbola api yang dimainkan warga Desa Kawak sudah berlangsung 11 tahun sejak pertama kali digelar pada 2016 lalu.

Baca juga: Menempa Kesabaran di Lembaran Kayu, Danisa Buktikan Gadis Remaja Juga Lihai Memahat di Jepara

Menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Sedekah Bumi Desa Kawak yang digelar setiap tahun pada bulan apit atau Dzulqo'dah.

Sepakbola api yang dimainkan 10 pemuda Desa Kawak bukan sembarang olahraga. Melainkan sebuah tradisi budaya sarat akan makna yang diuri-uri untuk menjaga kerukunan remaja dan pemuda antar dukuh di Desa Kawak.

Bola api yang digunakan sebagai simbol hawa nafsu dan amarah. Konon pemuda Desa Kawak pada masa dahulu sering kali terlibat bentrok dan percekcokan lantaran hawa nafsu antar pemuda dukuh gampang tersulut emosi. Pertikaian pun sering kali tak terhindarkan membuat kegaduhan di lingkungan masyarakat.

Kondisi tersebut lantas disiasati dengan lahirnya sepakbola dengan menggunakan bola api.

Di mana bola api tersebut direpresentasikan sebagai simbol hawa nafsu yang ditendang. Dengan maksud agar perasaan emosional para remaja dan pemuda di Desa Kawak disalurkan dalam sebuah permainan sepakbola api.

Pada 2026 ini, tradisi sepakbola api Desa Kawak digelar di halaman balai desa tepatnya di Dukuh Krajan, Selasa (21/4/2026) malam.

Sebanyak 10 pemuda memainkan bola api dipandu seorang wasit pertandingan. Masing-masing tim terdiri dari lima pemain yang saling berhadapan untuk mencetak gol selama 25 menit jalannya pertandingan.

Meski terkesan sederhana, tradisi sepakbola api menjadi magnet ribuan warga Kawak datang menyaksikan langsung.

Sorak-sorai terdengar begitu peluit pertandingan dimulai, hingga selesai.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved