Berita Temanggung
Meriahnya Takbir Keliling Parakan, Ini Pesan Sejuk Bupati Temanggung Agus Setyawan
Malam takbiran di Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, berlangsung meriah, Jumat (20/3/2026).
TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG – Malam takbiran di Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, berlangsung meriah, Jumat (20/3/2026).
Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan Gema Takbir Keliling dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Acara mengusung tema "Melestarikan Tradisi Menjaga Ukhuwah Kembali ke Fitrah" ini diikuti oleh 31 peserta dari berbagai perwakilan masyarakat.
Baca juga: Pendopo Rumah Dinas Bupati Temanggung Dipenuhi Pemilah Sampah Nonorganik, Ada Apa?
Mereka menampilkan berbagai bentuk replika raksasa untuk diarak melewati panggung kehormatan di Taman Bambu Runcing.
Mulai dari replika ikan paus Nabi Yunus yang ikonik, Alquran ukuran besar, hingga miniatur Kakbah, ditampilkan dan mengundang decak kagum warga.
Ada juga peserta yang tampil mengenakan kostum Wali Songo lengkap dengan iringan musik gamelan yang syahdu.
Bupati Temanggung, Agus Setyawan, mengawali sambutannya dengan menggemakan takbir sebanyak tiga kali.
Dalam arahannya, ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan wujud syiar Islam yang damai.
Selain itu, juga memperkuat kerukunan dan solidaritas antarwarga.
"Malam ini adalah wujud syiar kita bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin. Di hari yang fitri ini, mari kita lepaskan kebencian, dendam, dan kedengkian. Kita bersama-sama membangun Temanggung agar lebih baik," ujar Agus.
Di balik megahnya takbir keliling tersebut, ada tangan dingin dan kreativitas para pemuda.
Salah satunya kelompok Paris (Pemuda dan Remaja Islam Sekrikil).
Mereka membawa misi dakwah melalui replika Kakbah yang mereka usung.
"Kami ingin menunjukkan simbol ibadah haji atau perjalanan ke Tanah Suci melalui replika Kakbah dan busana ihram. Persiapan pengerjaan dekorasi hingga latihan takbir dilakukan secara gotong royong oleh para pemuda Paris," katanya. (*)
Baca juga: Petani Temanggung Sedekah 5.926 Paket Kopi dan Ribuan Lembutan di Jalur Mudik
| Sejarah Tari Bangilun Temanggung, Simbol Perlawanan Rakyat Terhadap Penjajahan Era Kolonialisme |
|
|---|
| Nyadran Ageng Bhumi Phala: Simbol Doa dan Ikhtiar Petani Temanggung |
|
|---|
| Langkah "Nyeker" dan Jeda Sepuluh Detik: Cara Bupati Temanggung Ajak Warga Merawat Bumi |
|
|---|
| Bupati Temanggung Dorong Diversifikasi Pertanian Edamame dan Buncis |
|
|---|
| Kisah Pilu ODGJ Temanggung: Makan Lewat Atap hingga Tak Sampai 24 Jam Dievakuasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260320_Gema-Takbir-Keliling.jpg)