Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Pembuangan Sampah di TPA Darupono Kendal Kembali Normal

Pemkab Kendal bergerak cepat untuk menyelesaikan permasalahan tumpukan sampah di TPA Darupono.

TRIBUN JATENG/ AGUS SALIM
TERTAHAN - Truk tak bisa membuang sampah di TPA Darupono Kabupaten Kendal yang kini sudah overload parah, Senin (24/11/2025). Hamparan tumpukan sampah kini mencapai titik terdekat dengan pintu masuk ke TPA. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemkab Kendal bergerak cepat untuk menyelesaikan permasalahan tumpukan sampah di TPA Darupono.

Tumpukan sampah di TPA itu sebelumnya mengalami overload parah. Sopir tak bisa membuang sampah di titik pembuangan karena terkendala akses masuk. 

Alhasil, sopir mau tak mau membuang sampah di akses jalan ke titik pembuangan sehingga sampah di TPA Darupono terlihat menumpuk tak beraturan.

Baca juga: Bupati Tika Akui Rokok Ilegal Masih Beredar di Kendal: Kiriman dari Luar Daerah

"Kemarin itu penyebabnya karena jalan di dalam untuk masuk ke pembuangan itu becek habis hujan, jadi truk tidak bisa masuk," kata Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, Kamis (27/11/2025).

Bupati Tika menuturkan, penataan tumpukan sampah sudah dilanjutkan dengan mengerahkan dua ekskavator dan satu buldoser. 

Lebih lanjut, saat ini proses penataan maupun pembuangan sampah di TPA Darupono sudah kembali normal.

"Sudah normal saat ini," tuturnya.

Bingung Buang Sampah 

Sebelumnya, sejumlah sopir jasa pengangkut sampah kebingungan karena tak bisa melakukan pembuangan sampah ke TPA Darupono.

Alasannya, akses jalan menuju titik pembuangan licin dan berlumpur sehingga menyulitkan proses pembongkaran sampah.

Baca juga: Kendal Belum Punya Pusat Oleh-oleh, Bupati Tika: Saya Juga Sering Ditanya Tamu Daerah Lain

Sopir yang membawa sampah dari wilayah kecamatan jauh, akhirnya terpaksa meninggalkan truk beserta sampahnya di TPA Darupono

"La mau bagaimana, ini armada tidak bisa bongkar."

"Kalau yang dekat mungkin bisa dibawa pulang, kalau yang jauh mau enggak mau armada harus ditinggal," ungkap sopir pengangkut sampah, Krisno.

Kriso menyebut, kondisi darurat sampah seperti ini sangat merugikan bagi jasa pengangkut sampah.

Tidak hanya rugi biaya transportasi dan waktu, tetapi menyangkut kepercayaan dari para warga.

"Warga tahunya sampah harus diangkut, tapi kalau kondisi seperti ini bagaimana lagi," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved