Senin, 1 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Asa Warga Menembus Hutan Singorojo, Jalur Alternatif Menuju Kendal yang Mulai Diperbaiki

Karena puluhan tahun tidak difungsikan, keberadaan jalan sempat hilang dan ditanami tanaman jagung oleh warga. 

Tayang:
TRIBUN JATENG/Agus Salim Irsyadullah
CEK JALAN - Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengecek kondisi jalan alternatif di tengah hutan Singorojo menuju Kaliwungu, Kendal, Selasa (27/1/2026). Di jalur itu baru dilakukan pengecoran sepanjang 500 meter dari total panjang jalan 3,1 kilometer. (TRIBUN JATENG/AGUS SALIM IRSYADULLAH) 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Mengendarai motor bututnya, Samsudin menjajal jalan berkonstruksi cor beton di tengah hutan Singorojo. 

Dia lalu menghela nafas panjang setiba di perbatasan konstruksi jalan yang masih tanah bercampur bebatuan cukup terjal.

Dia mencoba memantapkan diri untuk melanjutkan perjalanan, tapi kondisi jalan membuatnya mengurungkan niat. 

Baca juga: Warga Kendal Siang Malam Tambal Tanggul Kali Bodri, Khawatir Jebol Sewaktu-waktu

Langkahnya berbalik memutar mencari jalan lain untuk menuju Singorojo Kendal

Di jalur itu, memang telah dilakukan pembangunan ulang untuk memudahkan akses warga Singorojo menuju Kaliwungu Kendal.

Namun, pembangunan jalan berkonstruksi cor beton itu baru dilakukan sepanjang 500 meter dari total 3,1 kilometer jalan.

"Kalau yang di ujung sana itu belum dicor, masih rusak jadi harus muter jauh lewatnya," kata Samsudin, Selasa (27/1/2026).

Samsudin yang tinggal di Singorojo sengaja hendak melalui jalur alternatif itu untuk mengetahui sejauh mana proses pengecoran jalan. 

Seringkali, dia harus memutar melalui jalur lain untuk menuju Kaliwungu maupun Kendal kota dengan waktu tempuh yang lebih lama.

"Kalau mutar ya bisa sampai 1,5 jam lebih. Kalau sini lebih dekat, enggak sampai 1 jam. Itu estimasi kalau jalan sudah selesai diperbaiki," tuturnya.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengatakan, jalan tersebut merupakan jalur lama yang menghubungkan wilayah Ngareanak, Kecamatan Singorojo, dengan Desa Sidomakmur, Kecamatan Kaliwungu Selatan. 

Namun, karena puluhan tahun tidak difungsikan, keberadaan jalan sempat hilang dan ditanami tanaman jagung oleh warga. 

"Dulu itu jalan sudah dibuka sekitar tahun 2000-an tapi sudah hilang, karena sudah puluhan tahun. Bahkan ini sampai kanan kirinya sudah ditanami jagung," kata bupati yang akrab disapa Tika.

Dia menjelaskan, pembangunan jalan tembus tersebut belum sepenuhnya tuntas karena masih terdapat sekitar 3,1 kilometer ruas jalan yang belum diperkeras. 

Pihaknya menargetkan penyelesaian lanjutan di tahun ini dengan menyesuaikan kondisi keuangan daerah. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved