Kamis, 28 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Mengenal Brucellosis, Penyakit Menular dari Hewan yang Bisa Menginfeksi Manusia Jelang Iduladha

Brucellosis menjadi salah satu penyakit zoonosis yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama para peternak dan konsumen produk hewani mentah.

Tayang:
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/iwan Arifianto
WASPADA PENYAKIT - Kepala Balai Besar Veteriner (BBV) Wates, Nur Saptahidhayat meminta pemerintah provinsi Jawa Tengah agar waspada terkait potensi munculnya penyakit hewan ternak brucellosis. Hal ini disampaikan saat di kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (22/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Brucellosis adalah penyakit zoonosis akibat bakteri Brucella yang dapat menular dari hewan ke manusia.
  • Penularan paling sering terjadi melalui konsumsi susu mentah dan kontak langsung dengan hewan terinfeksi.
  • Pada ternak, brucellosis dapat menyebabkan keguguran, penurunan produksi susu, hingga kemandulan.

 

TRIBUNJATENG.COM - Brucellosis menjadi salah satu penyakit zoonosis yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama para peternak dan konsumen produk hewani mentah.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri dari genus Brucella yang dapat menular dari hewan ke manusia melalui berbagai cara, mulai dari konsumsi susu mentah hingga kontak langsung dengan hewan terinfeksi.

Kasus brucellosis banyak ditemukan pada hewan ternak seperti sapi, kambing, domba, dan babi.

Penyakit ini tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia, tetapi juga menyebabkan kerugian besar di sektor peternakan karena memicu gangguan reproduksi pada hewan.

 

Gejala Brucellosis pada Manusia Mirip Flu Berat

Pada manusia, infeksi brucellosis sering kali sulit dikenali karena gejalanya menyerupai flu berat.

Penderita umumnya mengalami demam tinggi yang datang dan pergi atau dikenal sebagai demam bergelombang.

Selain itu, penderita juga dapat merasakan nyeri otot dan sendi yang cukup parah, tubuh mudah lelah, hingga keringat berlebih pada malam hari.

Gejala lainnya meliputi sakit kepala dan penurunan berat badan secara bertahap. Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi dapat berlangsung lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Mengenal Pig Butchering, Modus Sindikat Penipuan yang Kerugian Korbannya Capai Puluhan Milliar

 

Penularan Banyak Terjadi dari Produk Hewan Mentah

Brucellosis paling sering menular melalui konsumsi susu mentah atau produk olahan susu yang belum dipasteurisasi, seperti keju dan mentega.

Selain itu, risiko penularan juga tinggi pada pekerja peternakan, dokter hewan, atau orang yang sering kontak langsung dengan cairan tubuh maupun jaringan hewan yang terinfeksi, terutama saat proses kelahiran ternak.

Paparan udara yang terkontaminasi bakteri juga dapat menjadi jalur penyebaran penyakit dalam kondisi tertentu.

 

Cara Mencegah Brucellosis

Pencegahan brucellosis dapat dilakukan dengan memastikan seluruh produk susu dan daging dikonsumsi dalam kondisi matang atau sudah melalui proses pasteurisasi.

Masyarakat juga diimbau tidak mengonsumsi susu mentah secara langsung karena berisiko membawa bakteri berbahaya.

Bagi peternak dan tenaga medis hewan, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) saat menangani ternak sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko penularan.

Pada hewan ternak, brucellosis dikenal sebagai penyakit keluron menular atau penyakit Bang.

Infeksi ini dapat menyebabkan keguguran pada hewan bunting, terutama saat usia kebuntingan memasuki lima hingga delapan bulan.

Selain keguguran, penyakit ini juga menyebabkan penurunan produksi susu dan gangguan kesuburan hingga kemandulan pada ternak.

Kondisi tersebut membuat brucellosis menjadi ancaman serius bagi industri peternakan karena berdampak langsung terhadap produktivitas dan ekonomi peternak.

 

Jateng Waspada

Kepala Balai Besar Veteriner (BBV) Wates, Nur Saptahidhayat meminta pemerintah provinsi Jawa Tengah agar waspada terkait Potensi munculnya penyakit hewan ternak brucellosis.

Penyakit ini berbahaya bagi hewan karena bisa menyebabkan gangguan reproduksi serius seperti keguguran dan kemandulan.

Penyakit yang dipicu oleh Bakteri Brucella ini juga dapat menginfeksi manusia sehingga hewan terinfeksi harus segera dipotong.

"Sekarang penyakit hewan  mulai naik yang dilaporkan adalah brucellosis, ini harus hati-hati, misal ada laporan kami akan segera meresponnya," ujar Sapto, sapaannya, saat memberikan paparnya dalam acara apel siaga petugas peternakan di Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (22/5/2026).

Sapto menyebut, kasus hewan ternak terinfeksi brucellosis sebenarnya masih cukup rendah yakni beberapa ekor hewan saja di pulau Jawa.

Bahkan, di Jawa Tengah sejauh ini belum ada laporan soal kasus ini. Kendati begitu, ia meminta pemerintah daerah untuk mewaspadainya. 

"Tadi mumpung ada pak sekda Jateng dan Bupati maka kami sampaikan agar daerah kalau bisa menyiapkan anggFan untuk biaya pemotongan reaktor saat hewan terpapar brucellosis," ungkapnya.

Terdapat perbedaan antara penyakit brucellosis dengan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Brucellosis tidak mematikan seperti PMK.

 Namun, brucellosis bisa merugikan peternak karena penyakit ini menyerang reproduksi sehingga hewan bisa keguguran.

"Ya kan bisa ada kerugian secara ekonomi sehingga harus dicegah," bebernya.

Kerugian itu, lanjut dia, hewan yang terpapar brucellosis harus segera dipotong untuk mencegah penularan.

Apalagi penyakit ini bisa menular kepada manusia. Ketika tidak dipotong, sapi harus dilakukan isolasi. Tetapi, potensi penularan ke hewan lain bisa saja terjadi.

"Nah misal ada sapi yang kena penyakit ini, peternak tidak mau potong karena tidak ada yang ganti duitnya misal seekor Rp20 juta sampai Rp30 juta, tapi kalau dibiarkan penyakit bisa menular dan biaya penanganan penyakit tidak bisa diselesaikan dengan biaya Rp100 juga atau Rp200 juta," paparnya.

Sementara, bersumber data dari Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, populasi sapi di Jateng pada 2026 mencapai 1.393.159 ekor, domba 1.421.246 ekor dan kambing 3.598.605 ekor. Jenis hewan tersebut yang mudah terpapar penyakit brucellosis.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares mengatakan, solusi pengananan hewan ternak yang terpapar penyakit brucellosis harus dimusnahkan.

Meskipun belum ada temuan kasus di Jateng, pihaknya tetap bakal menyiapkan skema pengganti kerugian kepada peternak semisal kasus ini ditemukan.

"Belum ada temuan kasus, tapi kami siapkan skema penggantian kerugiannya, tim Healing layanan kesehatan hewan keliling juga terus memantu potensi munculnya penyakit ini," ujarnya. (I

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved