Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Trump Luncurkan Medsos dengan Postingan Bisa Dibagikan ke Facebook dan Twitter

Mantan Presiden AS Donald Trump pada Selasa (4/5) meluncurkan sebuah ruang media sosial sendiri di situs webnya

Editor: Vito
AFP/Josh Edelson
Mantan Presiden AS Donald Trump 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (4/5) meluncurkan sebuah ruang media sosial sendiri di situs webnya, di mana dia dapat memposting pesan yang dapat dibagikan orang lain ke Twitter dan Facebook.

Langkah Trump itu diambil sehari sebelum keputusan dari dewan pengawas Facebook Inc tentang apakah Facebook tetap memblokir Trump tanpa batas dari platform tersebut.

Trump dilarang mengakses banyak platform media sosial setelah penyerbuan Capitol pada 6 Januari yang mematikan para pendukungnya.

Penasihat senior Trump, Jason Miller mengatakan dalam sebuah tweet, bahwa kumpulan postingan itu bukanlah platform media sosial yang direncanakan Trump untuk diluncurkan.

“Kami akan mendapatkan informasi tambahan tentang hal itu dalam waktu dekat,” tweetnya, seperti dilansir Reuters.

Situs yang pertama kali dilaporkan Fox News itu dijuluki 'Dari Meja Donald J. Trump' dan berisi postingan Trump yang bisa dibagikan dan disukai.

Sebuah sumber yang mengetahui hal itu mengatakan, bahwa itu dibangun oleh Campaign Nucleus, perusahaan layanan digital yang dibuat mantan manajer kampanye Trump, Brad Parscale.

Unggahan di situs itu mengulangi klaim palsu Trump bahwa ia kalah dalam pemilu 2020 karena penipuan pemilih yang meluas, dan merendahkan sesama Republikan yang telah mengritiknya, seperti Senator Mitt Romney dan Perwakilan Liz Cheney.

Twitter Inc dan Facebook sama-sama menghapus konten yang diposting dari akun lain yang mereka katakan berusaha menghindari larangan mereka terhadap Trump.

Seorang juru bicara Twitter mengatakan, berbagi konten dari situs web akan diizinkan selama materi itu tidak melanggar aturan Twitter.

Tetapi, upaya untuk menghindari penangguhan tidak akan diizinkan, misalnya meniru akun yang ditangguhkan untuk mencoba menggantinya. Menurut dia, Twitter akan mengawasi kasus-kasus seperti itu.

Sementara, Facebook tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang bagaimana mereka akan memperlakukan posting yang dibagikan dari ruang baru. 

Twitter, yang sering digunakan Trump dan memiliki 88 juta pengikut, mengatakan larangannya bersifat permanen, bahkan jika dia mencalonkan diri lagi.

YouTube Alphabet Inc (GOOGL.O) mengatakan akan memulihkan saluran Trump ketika memutuskan risiko kekerasan telah berkurang. (Kontan.co.id)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved