Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Guru Berkarya

Kreativitas Kerajinan Tempurung Kelapa dengan Modeling The Way

Pembelajaran prakarya kelas 9A SMPN 2 Ngrampal di Kabupaten Sragen memerlukan strategi untuk meningkatkan kreativitas belajar peserta didik.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Siti Sumarni SPd, Guru SMPN 2 Ngrampal Kabupaten Sragen 

Oleh: Siti Sumarni SPd, Guru SMPN 2 Ngrampal Kabupaten Sragen

PEMBELAJARAN prakarya kelas 9A SMPN 2 Ngrampal di Kabupaten Sragen memerlukan strategi untuk meningkatkan kreativitas belajar peserta didik. Strategi modeling the way dipilih untuk meningkatkan hal tersebut. Modeling the way merupakan strategi pembelajaran yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mempraktekkan keterampilan spesifik yang dipelajari di kelas melalui demonstrasi.

Strategi cocok untuk pembelajaran yang menuntut keterampilan tertentu (Dimyati dan Moedjiono, 1999: 76). Pembelajaran prakarya cocok untuk menggunakan strategi ini karena memiliki banyak materi praktek. Di antaranya pada materi Proses Produksi Kerajinan Bahan Limbah Keras.

Materi Proses Produksi Kerajinan Bahan Limbah Keras dibedakan menjadi dua sub materi. Pertama kerajinan bahan limbah keras organik dan kedua kerajinan bahan limbah keras anorganik. Kerajinan bahan limbah keras organik bisa menggunakan beberapa bahan seperti cangkang kerang, sisik ikan, tulang ikan dan tempurung kelapa. Materi yang dipilih untuk menerapkan modeling the way yaitu kerajian tempurung kelapa. Bahan untuk penerapan modeling the way ini dipilih karena tempurung kelapa relatif mudah didapatkan oleh peserta didik.

Strategi Modeling the way dengan bahan tempurung kelapa dilakukan dalam beberapa tahapan. Pertama, guru menjelaskan topik atau materi yang akan diajarkan dalam materi ini bahan limbah keras organik dari Tempurung kelapa. Kedua, membagi peserta didik dalam beberapa kelompok kecil dengan jumlah anggota 5 orang. Masing-masing kelompok akan menunjukkan suatu keterampilan tertentu sesuai dengan skenario yang dibuat. Ketiga, memberikan waktu untuk mengerjakan sesuai dengan skenario kerja kepada peserta didik. Keempat, tiap kelompok dibagikan lembar kerja yang dikerjakan secara berkelompok.

Kemudian langkah kelima yaitu guru meminta siswa mengumpulkan hasil kerja kelompok siswa. Keenam tiap kelompok secara berurutan akan menampilkan hasil kerjanya masing-masing yang kemudian akan ditanggapi kelompok lain untuk memberikan masukan. Ketujuh guru memberi penjelasan lalu memberikan siswa kesempatan untuk bertanya apabila ada yang belum dimengerti. Kedelapan, dilakukan evaluasi dengan tes tertulis. Dan langkah terakhir melakukan penutup dengan memberikan kesimpulan dan refleksi atas pembelajaran yang telah berlangsung (Wijaya, 2004: 17).

Setelah strategi modeling the way diterapkan, ternyata diperoleh hasil yang cukup positif. Peningkatkan kreativitas belajar peserta didik kelas 9A SMPN 2 Ngrampal terbukti dalam beberapa aspek.

Pertama dari lembar kerja peserta didik yang dikumpulkan. Mereka memberikan jawaban yang cukup kreatif. Kedua dari hasil karya peserta didik yang ditampilkan. Tiap kelompok berlomba untuk menampilkan kreasi terbaiknya dari tempurung kelapa. Sementara kelompok lain juga memberikan masukan yang kreatif. Dengan demikian, strategi modeling the way dapat melakukan praktek yang meningkatkan kreativitas peserta didik dalam kerajian tempurung kelapa. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved