kkn udinus
Sate Ambal Pak Kasman, Kuliner Legendaris Kebumen
Kebumen adalah ibukota Kabupaten Kebumen yang menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian Kabupaten Kebumen.
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
Penulis: Rachmadhani Caesar, Semester : 2, Fakultas : Ilmu Komputer, Universitas : Dian Nuswantoro
TRIBUNJATENG.COM - Kebumen adalah ibukota Kabupaten Kebumen yang menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian Kabupaten Kebumen.
Luas wilayahnya sekitar 47,72 km2 dan terdiri atas 24 desa, 5 kelurahan, 138 RW, dan 554 RT.
Wilayahnya yang didominasi oleh pantai, persawahan, dan bukit luas menjadikan banyak penduduknya yang mencari nafkah dengan menjadi nelayan, petani, dan peternak.
Populasi hewan ternak di Kebumen bisa dibilang cukup banyak, di antaranya adalah ayam.
Hal ini yang kemudian menjadikan makanan dengan olahan ayam banyak bermunculan untuk dijual di Kebumen, sate misalnya. Sate ambal, penggemar sate mungkin udah nggak asing lagi sama sate yang satu ini.
Sesuai dengan namanya, sate ambal berasal dari Desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal, Kebumen.
Sekilas sate ini mungkin memang terlihat sama seperti sate-sate pada umumnya, tetapi sate ambal jauh lebih lezat.
Yang membedakan sate ambal dengan sate lainnya adalah pada bumbu yang digunakan untuk pelengkap sate ini.
Bumbu sate ambal terbuat dari tempe yang direbus, kemudian dihaluskan dan dicampur dengan bawang merah, bawang putih dan cabai sehingga menjadi bumbu seperti bumbu kacang.
Dengan bahan-bahan rahasia itulah yang kemudian menjadikan rasa sate ambal menjadi lebih gurih.
Salah satu sate ambal yang ikonik di Kebumen, yaitu sate ambal Pak Kasman. Beliau berjualan sate ambal sejak 30 tahun yang silam, tepatnya sejak tahun 1963.
Oleh karenanya bisa dibilang Pak Kasman merupakan pelopor sate ambal di pesisir Kebumen.
Meskipun demikian, Pak Kasman belajar dan menadapatkan resep warisan dari Ayah dan kakeknya, yaitu Sabar dan Sakimin yang disebut sebagai tokoh dibalik terciptanya sate ambal.
Pada awalnya, sang ayah dan kakek menjajakan dagangannya dengan cara dipikul berkeliling daerah sekitar sejak akhir 1890-an, panas hujan mereka terjang demi memperkenalkan sate ambal kepada masyarakat luas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Sate-Ambal-Pak-Kasman-Kuliner-Legendaris-Kebumenfdsqeds.jpg)