Batasi Sekarang Juga, Menghadapi Orang Toksik Bisa Mempercepat Penuaan
Sebuah penelitian menemukan bahwa stres kronis akibat berinteraksi dengan orang toksik dapat mempercepat penuaan biologis
"Orang-orang yang toksik ini bukan hanya membuat stres. Mereka dikaitkan dengan percepatan penuaan biologis pada tingkat molekuler, bersama dengan peradangan, depresi, kecemasan, dan beban penyakit kronis yang lebih tinggi," lanjut dia.
Dampak penuaan pada tingkat sel ini dilaporkan lebih banyak menyerang wanita daripada pria.
Perbedaan efek keluarga dan pasangan
Kehadiran pembuat masalah memicu stres kronis yang melepaskan hormon kortisol pemicu peradangan.
"Emosi negatif yang terus diantisipasi otak perlahan merusak ketahanan tubuh secara kumulatif. Dampak itu memakan korban fisik serta mental," tutur profesor madya klinis psikologi di NYU Langone Health, Thea Gallagher, PsyD.
Menariknya, riset tersebut mencatat bahwa tekanan dari teman dan keluarga membawa kerusakan biologis yang lebih dalam ketimbang konflik dengan pasangan hidup.
Hal ini terjadi karena interaksi suami istri biasanya diisi oleh momen keintiman yang bisa menyeimbangkan ketegangan emosional.
Sebaliknya, gesekan dengan keluarga kandung sangat sulit dihindari dan jarang memiliki titik keseimbangan yang setara.
"Keluarga dapat menciptakan stres yang terasa tertanam dalam, dan sulit untuk dihindari, tanpa campuran penyeimbang yang sama dari keintiman harian dan investasi bersama," tambah Lee.
Membangun batasan untuk melindungi diri
Menjauhkan diri dari orang yang membawa masalah memang tidak selalu mudah, apalagi jika mereka adalah keluarga sendiri.
Untuk itu, langkah terbaik yang bisa diambil adalah mengubah cara kamu menanggapi sikap buruk tersebut.
"Kamu bisa mundur sejenak untuk menata ulang cara pandang saat merespons situasi tersebut," jelas asisten profesor psikiatri dan ilmu perilaku di Vanderbilt University Medical Center, Aaron P. Brinen, PsyD.
Ia mengingatkan, kamu tidak akan pernah bisa mengubah karakter keluarga, tetapi kita memegang kendali penuh atas reaksi diri sendiri.
Selain mengatur pola pikir, menetapkan batasan yang tegas juga sangat disarankan untuk menjaga kesehatan mental.
Gelembung ini bisa diperkuat dengan memperluas lingkaran pertemanan yang lebih positif, serta rutin menerapkan teknik pereda stres seperti meditasi.
"Kehidupan sosial yang sehat mencerminkan kondisi kesehatanmu yang sebenarnya. Kebutuhan dirimu harus selalu jadi prioritas utama," pungkas Gallagher. (Kompas.com)
| Tragis Sopir Pikap Tewas Tertindih Kendaraan Saat Ganti Ban, Diduga Dongkrak Tak Mampu Tahan Beban |
|
|---|
| Drama Penangkapan Pencuri Mini ATM, Pelaku Mendadak Mengaku Stroke dan Mencongkan Bibir |
|
|---|
| Sempat Hilang, Nuri Agus Eks Kiper Timnas U-23 Kirim Pesan ke Keluarga di Karanganyar: Alhamdulillah |
|
|---|
| Hilang Misterius di RSUD Kalisari Batang, Korban Dugaan Kekerasan Seksual Ayah Kandung Dicari Polisi |
|
|---|
| Kirab 1 Suro Keraton Solo Sempat Tegang, Terjadi Adu Mulut antara Kubu Purbaya dan Mangkubumi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-penuaan-dini.jpg)