Berita Batang
Disdikbud Batang Dorong Batik Rifaiyah Jadi Mulok di Sekolah
Kabupaten Batang disebut memiliki akar kuat dalam tradisi membatik, khususnya Batik Rifa’iyah yang sarat nilai religius dan filosofis.
Penulis: dina indriani | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Upaya pelestarian budaya lokal terus digencarkan Pemkab Batang.
Satu diantaranya adalah Batik Rifa'iyah bukan sekadar kain bermotif indah, melainkan warisan spiritual dan budaya yang telah mengakar di Kabupaten Batang.
Batik Rifa'iyah telah mendapat predikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTb).
Baca juga: Miftakhutin Susun Skenario Regenerasi Pembatik Muda di Batang
Kepala Disdikbud Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo menyebut bahwa pengakuan Batik Rifa’iyah sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) menjadi momentum penting untuk mengenalkan warisan ini kepada generasi muda.
Menurutnya, Batang memiliki akar kuat dalam tradisi membatik, khususnya Batik Rifa’iyah yang sarat nilai religius dan filosofis.
“Belajar membatik itu harus dari kecil. Batang punya sejarah panjang soal batik."
"Jadi sangat mungkin menjadikan mulok di sekolah-sekolah,” ujar Bambang, Kamis (16/10/2025).
Dia meyakini banyak metode untuk mempertahankan keaslian Batik Rifa'iyah dengan menjadikannya sebagai mata pelajaran muatan lokal di jenjang SD dan SMP di Kabupaten Batang.
Baca juga: 875 Buruh Tani di Kecamatan Bawang Batang Terima BLT DBHCHT
Karena itu, menurutnya seni membatik Rifa’iyah sangat bisa dijadikan mulok baru yang tak hanya edukatif, tapi juga memperkuat identitas budaya lokal.
Saat ini, Bahasa Jawa masih menjadi muatan lokal utama di sekolah-sekolah Batang.
Hingga saat ini mulok yang intens diikuti seluruh pelajar dari jenjang SD dan SMP, yakni bahasa Jawa.
Rencananya setelah didiskusikan dengan bidang terkait, dimungkinkan dapat dijadikan sebagai mulok di seluruh SD hingga SMP se-Kabupaten Batang.
"Sangat bisa nantinya seni Batik Rifa'iyah dijadikan mulok di sekolah-sekolah, apalagi sejak bertahun-tahun lalu, Batang juga dikenal dengan pembatiknya yang khas," pungkasnya. (*)
| Gerakan Jelantah Batang Tembus Rekor MURI dan Bidik Bahan Bakar Pesawat |
|
|---|
| Batang Pecahkan Dua Rekor Sekaligus di HUT ke 60, Dari Tari Babalu hingga Minyak Jelantah |
|
|---|
| Ribuan Pelajar Batang Kompak Tampilkan Tari Babalo, Semangat Lestarikan Budaya Lokal |
|
|---|
| Tender Ulang Jembatan Kalibelo, Harapan Baru Konektivitas dan Ekonomi Batang |
|
|---|
| Detik-Detik Warga Batang Hilang di Sungai, Sempat Diajak Pulang tapi Menolak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251016-_-Siswa-Membatik-di-Galery-Batik-Rifaiyah-Batang.jpg)