Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Kasus Anak Diare dan Muntaber Melonjak di Batang, dr Tan Evi: Jaga Lingkungan Tetap Bersih

Lonjakan kasus diare dan muntaber pada anak-anak di Kabupaten Batang membuat ruang perawatan anak di RSUD Kalisari penuh.

Penulis: dina indriani | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
KASUS ANAK DIARE - dr Tan Evi Susanti dokter spesialis anak RSUD Kalisari Batang. Kasus diare dan muntaber pada anak-anak di Kabupaten Batang dalam sepekan terakhir ini melonjak, membuat ruang perawatan anak di RSUD Kalisari penuh. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Lonjakan kasus diare dan muntaber pada anak-anak di Kabupaten Batang membuat ruang perawatan anak di RSUD Kalisari penuh.

Ruang Flamboyan yang biasa digunakan untuk merawat pasien anak, kini penuh sesak.

Total 35 anak dirawat, sebagian bahkan terpaksa dipindahkan ke ruang rawat inap dewasa.

Baca juga: Batang Rayakan HUT ke-80 TNI, Bersinergi dengan UMKM Dorong Kemajuan Daerah

Baca juga: Disdikbud Batang Dorong Batik Rifaiyah Jadi Mulok di Sekolah

“Pasien sampai menempati ruang atau bangsal lain yang kamar belum terisi seperti Ruang Mawar dan Kenanga,” ujar dr Tan Evi Susanti dokter spesialis anak RSUD Kalisari Batang, Jumat (17/10/2025).

Menurut dr Evi, lonjakan pasien sudah terasa sejak sepekan terakhir.

Setiap hari, anak-anak dengan gejala muntaber terus berdatangan.

Mayoritas mengalami dehidrasi berat karena terlambat mendapat penanganan.

“Biasanya orangtua menunda membawa anak ke rumah sakit. Gejala awal dianggap ringan, padahal bisa berujung dehidrasi jika tidak segera ditangani,” jelasnya.

Dia menambahkan, sebagian besar kasus dipicu oleh infeksi virus.

Namun faktor cuaca juga turut berperan, terutama saat masa pancaroba dari kemarau ke musim hujan.

Meski jumlah pasien meningkat drastis, dr Evi memastikan seluruh anak yang dirawat telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur.

“Semua sudah tertangani,” ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, dr Evi mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kebersihan makanan dan lingkungan.

“Bagi yang masih minum susu botol  harus dicuci bersih dan direndam air panas, jangan hanya dikocok pakai air biasa pencegahan penting menjaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved