Berita Batang
Dari Ladang ke Pasar Dunia, Petani Batang Bersiap Ekspor Ubi Jalar dan Kentang
Dispaperta Batang mulai melakukan pendampingan dan pemberdayaan petani untuk mengembangkan komoditas berorientasi ekspor
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Di lahan-lahan pertanian Kabupaten Batang, para petani kini tak lagi hanya berpikir soal panen untuk pasar lokal.
Perlahan, mimpi yang lebih besar mulai tumbuh hasil bumi Batang bisa menembus pasar ekspor.
Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) mulai melakukan pendampingan dan pemberdayaan petani untuk mengembangkan komoditas berorientasi ekspor, seperti ubi jalar dan kentang.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus kesejahteraan petani.
Kepala Dispaperta Batang, Sutadi Ronodipuro, mengatakan pendampingan dilakukan sejak hulu, mulai dari pemilihan komoditas hingga membangun jejaring dengan eksportir.
Baca juga: Dari Sawah Kecil ke Target Nasional: Petani Batang Jadi Penopang Swasembada Pangan
“Kita mulai pendampingan pemberdayaan terkait dengan komoditas ekspor. Ubi jalar dan kentang ini kita dorong sebagai upaya meningkatkan daya saing masyarakat petani Kabupaten Batang,” kata Sutadi kepada Tribunjateng, Jumat (9/1/2026).
Menurut Sutadi, saat ini produk pertanian Batang sudah mulai bergabung dengan eksportir di tingkat Jawa Tengah.
Harapannya, pada akhir 2026 nanti, Kabupaten Batang bisa melakukan ekspor secara mandiri tanpa perantara.
“Harapannya 2026 akhir tahun, Batang benar-benar bisa ekspor mandiri. Mari kita dorong ke sana,” jelasnya.
Tak hanya hortikultura, sektor tanaman pangan juga menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data Dispaperta Batang, produksi padi mengalami kenaikan sekitar 8,5 persen.
Kenaikan ini membuka peluang baru untuk membangun jaringan pasar, termasuk pasar luar negeri.
“Ke depan, ini bisa kita upayakan membangun jaringan pasar di luar daerah maupun ke luar negeri,” jelasnya.
Upaya tersebut juga diperkuat dengan kolaborasi bersama akademisi, salah satunya Universitas Diponegoro (UNDIP), untuk mengkaji potensi ekspor dan penguatan kualitas produk.
Bertani di Tengah Tantangan Cuaca
Di tengah cuaca yang tidak menentu dan curah hujan yang meningkat, pendampingan teknis menjadi kunci.
| 2.646 TKA Serbu Batang, Kepala Disnaker: Jangan Sampai Warga Lokal Hanya Jadi Penonton |
|
|---|
| Galangan Kapal Batang Disiapkan Terintegrasi Giant Sea Wall, Dorong Ekonomi Maritim Lokal |
|
|---|
| Batang Siapkan Giant Sea Wall, Solusi Rob hingga Dorong Ekonomi Pesisir |
|
|---|
| Khidmat dan Meriah, Upacara HUT Ke-60 Kabupaten Batang Jadi Momentum Bangkit Bersama |
|
|---|
| Tagline Batang Bahagia di HUT ke-60, Bupati Faiz Ingin Tingkatkan Kualitas Hidup Warganya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260109_batang3.jpg)