Berita Batang
Jalan Tertutup Longsor, Warga Pranten Batang Sempat Memutar 15 KM, Kini Akses Kembali Terbuka
Hujan deras yang turun berhari-hari membuat warga Desa Pranten, Kabupaten Batang, harus bersabar lebih lama saat hendak beraktivitas
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Hujan deras yang turun berhari-hari membuat warga Desa Pranten, Kabupaten Batang, harus bersabar lebih lama saat hendak beraktivitas.
Akses utama yang biasa mereka lalui menuju sekolah dan pasar mendadak tertutup tanah longsor, memaksa warga memutar hingga belasan kilometer.
Longsor terjadi di ruas jalan Desa Rejosari - Sigemplong, jalur vital yang setiap hari dilalui anak-anak sekolah dan warga pengangkut hasil bumi.
Sejak akhir Desember 2025, tumpukan tanah dan bebatuan menutup badan jalan sepenuhnya.
Selama akses tertutup, warga terpaksa memutar jalan hingga sekiranya 10 - 15 Kilometer.
Baca juga: Dari Ladang ke Pasar Dunia, Petani Batang Bersiap Ekspor Ubi Jalar dan Kentang
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Batang, Muhammad Fajeri, menjelaskan bahwa longsor tersebut merupakan kejadian susulan dari guguran kecil yang sudah muncul sejak akhir November 2025.
“Awalnya hanya guguran kecil dan belum menutup jalan. Namun di akhir Desember terjadi longsor susulan yang lebih besar hingga menutup akses jalan sepenuhnya,” kata Fajeri kepada Tribunjateng, Jumat (9/1/2026).
Sejak memasuki musim hujan, cuaca ekstrem terus melanda wilayah Batang.
Pemerintah Kabupaten Batang bahkan telah menetapkan status siaga darurat bencana sejak November 2025 menyusul meningkatnya intensitas hujan lebat, angin kencang, hingga hujan es.
Bagi warga Pranten, tertutupnya jalan bukan sekadar persoalan infrastruktur. Jalur tersebut merupakan urat nadi kehidupan desa.
Dari situlah anak-anak berangkat sekolah dan hasil pertanian dibawa ke kota.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
BPBD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Desa Pranten, relawan Desa Tangguh Bencana (Destana), dan warga setempat segera turun tangan. Mereka bergotong royong membersihkan material longsor demi membuka kembali akses desa.
“Warga ikut semua, ada yang bawa cangkul, sekop, ada juga yang masak untuk konsumsi,” jelasnya.
Selain pembersihan, BPBD Batang juga memberikan pendampingan kesiapsiagaan bencana kepada perangkat desa.
| Petani Kopi Batang Lepas dari Tengkulak, Skema Baru Permodalan dan Kemitraan Mulai Dibangun |
|
|---|
| Tekankan Solidaritas, Bupati Batang Ingatkan Jemaah Haji Jangan Tinggalkan Sesama |
|
|---|
| Berangkat Kerja Pagi, Karyawati Pabrik Teh Nyaris Jadi Korban Begal di Kecepak Batang |
|
|---|
| 13 Tahun Menanti, Dono Calhaj Asal Batang Berangkat Sendiri, Siap di Tengah Memanasnya Timur Tengah |
|
|---|
| Lima Besar Terbaik Jateng, Sendang Kamulyan Batang Buktikan PDAM Bisa Naik Kelas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260109_batang9.jpg)