Berita Batang
Dinkes Pastikan Super Flu Belum Ditemukan di Batang: Masyarakat Tidak Perlu Cemas
Isu merebaknya penyakit influenza yang dikenal sebagai Super Flu sempat membuat sebagian warga waswas.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, BATANG – Isu merebaknya penyakit influenza yang dikenal sebagai Super Flu sempat membuat sebagian warga waswas.
Namun, hingga pertengahan Januari 2026, aktivitas masyarakat di Kabupaten Batang masih berjalan normal.
Warga tetap berangkat bekerja, anak-anak bersekolah, dan lansia menjalani kegiatan sehari-hari dengan tenang.
Baca juga: Hidup dalam Bayang-Bayang Longsor, Warga Lereng Batang Selalu Waspada di Tengah Ancaman
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, Ida Susilaksmi, memastikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus Super Flu di wilayahnya.
Penyakit yang disebabkan oleh Virus Influenza A (H3N2) Subclade K tersebut memang tengah menjadi perbincangan nasional, namun Batang masih dalam kondisi aman.
“Belum ada temuan kasus Super Flu di Kabupaten Batang,” kata Ida saat dikonfirmasi Tribunjateng, Selasa (13/1/2026).
Virus Influenza A (H3N2) sendiri pertama kali ditemukan pada tahun 1968 di Hongkong.
Meski dikenal memiliki gejala yang mirip dengan flu biasa, Super Flu cenderung menimbulkan keluhan yang lebih berat dan berlangsung lebih lama, serta berisiko menimbulkan komplikasi, terutama pada kelompok rentan.
Ida menjelaskan, masyarakat perlu mencermati perbedaan gejala yang muncul.
“Kalau flu biasa demamnya biasanya tidak terlalu tinggi. Namun bila terindikasi Super Flu, demam bisa mencapai lebih dari 38 derajat Celsius dan disertai batuk yang berlangsung lebih lama,” ujarnya.
Kelompok yang paling berisiko tertular yakni balita, lansia, serta penderita penyakit penyerta seperti TBC, kanker, HIV, asma, dan penyakit kronis lainnya, termasuk mereka dengan daya tahan tubuh menurun.
Meski demikian, Dinkes Batang meminta masyarakat untuk tidak panik berlebihan. Menurut Ida, kunci utama pencegahan justru ada pada kebiasaan sederhana yang dilakukan sehari-hari oleh masyarakat.
“Masyarakat tidak perlu cemas. Gejalanya hampir sama seperti flu pada umumnya, hanya saja durasinya sedikit lebih lama. Antisipasinya dengan meningkatkan imunitas tubuh, konsumsi gizi seimbang, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat flu, serta menerapkan etika batuk,” tegasnya.
Selain itu, vaksinasi influenza juga menjadi salah satu langkah pencegahan, terutama bagi balita dan lansia.
Namun, Ida mengakui bahwa saat ini vaksin influenza masih bersifat berbayar.
| Ini Tampang Muhlisin, Penganiaya Mantan Istri di Reban Batang, Ditangkap di Cikarang |
|
|---|
| Kisah Gayuh, Pengrajin Batu Akik Batang yang Bertahan Saat Tren Sudah Meredup |
|
|---|
| Bunda Literasi Batang Ajak Pelajar Ubah Kebiasaan Scroll Jadi Karya Produktif |
|
|---|
| Kelengkeng Batang Siap Tembus Minimarket, BRIN dan Undip Cari Solusi Kulit Buah Tak Cepat Menghitam |
|
|---|
| Proyek 7.000 Lampu Jalan, DPRD Minta Pemkab Batang Dahulukan Jalan Desa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260113_KEPALA-DINKES-BATANG.jpg)