Senin, 1 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Longsor Pranten Batang Putus Akses Jalan dan Listrik, Wabup Suyono Pastikan Keselamatan Warga

Longsor besar yang terjadi di Dukuh Rejosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, tak hanya merusak rumah warga

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muh radlis
IST
PEMKAB BATANG - Wakil Bupati Batang Suyono (tengah), meninjau tanah longsor di Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang. Dok Kominfo Batang 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Cuaca ekstrem kembali menguji ketangguhan warga pegunungan Kabupaten Batang. 


Longsor besar yang terjadi di Dukuh Rejosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, tak hanya merusak rumah warga, tetapi juga memutus akses jalan, listrik, dan air bersih, memaksa ratusan warga mengungsi demi keselamatan.


Wakil Bupati Batang, Suyono, turun langsung meninjau lokasi bencana pada Senin (26/1/2026). 


Di hadapan warga dan petugas gabungan, ia memastikan penanganan darurat berjalan maksimal serta keselamatan warga menjadi prioritas utama.


“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa.

Namun kondisi tanah masih sangat labil, sehingga warga kami minta tetap waspada dan tidak memaksakan kembali ke rumah,” kata Suyono kepada Tribunjateng, Senin (26/1/2026).


Longsor terjadi sekiranya pukul 17.30 WIB, Jumat (23/1/2026) sore, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pagi. 

Baca juga: Jalan Jengkol-Tlogo Wonosobo, Akses Baru yang Memudahkan Petani dan Urai Kemacetan

Baca juga: Mengenal TB Ginjal, Penyakit yang Gerogoti Mendiang Lucky Element: Sakit Parah


Tebing tanah runtuh dan menimbun dua rumah warga, sementara sedikitnya 12 rumah lainnya mengalami kerusakan dengan tingkat beragam.


Tak hanya permukiman, material longsor dan pohon tumbang juga menutup sejumlah jalur vital, termasuk akses Dukuh Pranten dari Rejosari dan Deles, serta jalur Rejosari - Sigemplong. 


Akibatnya, Desa Pranten sempat lumpuh total karena listrik padam dan distribusi air bersih terhenti.


Berdasarkan data BPBD Kabupaten Batang, dari total 170 Kepala Keluarga di Dukuh Rejosari, sebanyak 110 KK memilih mengungsi ke rumah kerabat di wilayah Dieng Kulon. 


Sementara 60 KK lainnya masih bertahan di sekitar lokasi dengan kewaspadaan tinggi.


“Kondisi darurat ini memerlukan kolaborasi semua pihak,” ujarnya.


Ia mengapresiasi keterlibatan TNI, Polri, relawan, hingga perusahaan Geodipa yang menurunkan alat berat untuk membantu pembersihan material longsor.


Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Batang, Wawan Nurdiansyah, menyampaikan bahwa jalur Geodipa - Rejosari telah berhasil dibuka pada pukul 22.00 WIB. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved