Senin, 1 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Dimsum hingga Wafel: Cara SPPG Karangasem Selatan Batang Menyatukan Selera Anak dan Standar Gizi

Lewat kolom komentar Instagram hingga obrolan sederhana di sekolah, ide menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dikumpulkan, disaring, lalu disajikan

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
IST
SUASANA SPPG - Suasana Kepala SPPG Karangasem Selatan Yafi (kir), meninjau pelaksanaan MBG di SPPG Karangasem Selatan, Kabupaten Batang. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG – Di tengah tantangan pemenuhan gizi anak usia sekolah, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangasem Selatan, Kabupaten Batang, memilih jalan yang tak biasa, mendengar langsung suara para penerima manfaat. 

Lewat kolom komentar Instagram hingga obrolan sederhana di sekolah, ide menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dikumpulkan, disaring, lalu disajikan dengan standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang ketat.

Pendekatan partisipatif ini menjadi warna tersendiri dalam pelaksanaan program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut. 

Tak sekadar mengenyangkan, MBG di Karangasem Selatan dirancang agar disukai anak-anak, tanpa mengorbankan kualitas gizi.

Baca juga: Dari Ancaman Jadi Harapan, Kabupaten Batang Bersatu Sulap Sampah Jadi Energi Listrik

SPPG Karangasem Selatan yang beroperasi sejak September 2025 kini mendistribusikan sekitar 2.400 porsi MBG setiap hari ke delapan sekolah dan pondok pesantren, mulai dari jenjang PAUD hingga pendidikan menengah. 

Tak hanya pelajar, sasaran program juga mencakup kelompok 3B yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Kepala SPPG Karangasem Selatan, Yafi, menjelaskan bahwa menu MBG disusun per periode enam hari dengan kombinasi sajian kering dan basah sesuai pedoman Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kami ingin anak-anak senang makan, tapi tetap aman dan bergizi. Karena itu setiap menu kami rancang bersama ahli gizi, lalu kami variasikan agar tidak membosankan,” kata Yafi kepada Tribunjateng, Kamis (29/1/2026).

Menariknya, aspirasi siswa menjadi salah satu referensi penting. 

Menu yang paling banyak diusulkan akan dipertimbangkan, selama memenuhi standar gizi dan kualitas bahan.

“Saran kami tampung dari Instagram. Yang paling banyak diminta, kami olah ulang agar sesuai AKG dan standar BGN,” ujarnya.

Bagi Arika, siswi SD Negeri Karangasem 4, MBG bukan lagi sekadar makan siang di sekolah. 

Selama empat bulan terakhir, ia merasa menu yang disajikan semakin dekat dengan selera anak-anak.

“Pernah minta dimsum, ternyata benar dikasih. Rasanya enak. Kalau bisa lain kali ada wafel juga,” ucapnya.

Dari pihak sekolah, apresiasi juga datang.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved