Senin, 1 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dorong Penguatan Ekonomi Warga Batang Melalui MBG

Menurut Zulhas, kunjungan langsung ke sekolah menjadi bagian penting untuk melihat secara nyata kualitas pendidikan di berbagai daerah.

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Tito Isna Utama
MOU - Sambutan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) dalam penandatangan MOU pembentukan ekosistem UMKM di Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (30/1/2026). Zulhas mendorong program MBG tak sekadar peningkatan kualitas SDM, tetapi juga memperkuat ekonomi kerakyatan. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan bahwa kebijakan pangan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto dirancang berbasis riset saintifik dan berorientasi jangka panjang.

Artinya, tidak hanya untuk meningkatkan kualitas SDM, tetapi juga sebagai pengungkit ekonomi rakyat.

Demikian disampaikan, Zulhas seusai kunjungan ke dua SMA bersama Bupati Batang, M Faiz Kurniawan dalam penandatangan MOU pembentukan ekosistem UMKM di Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (30/1/2026).

Baca juga: Bupati Faiz Temukan Penyebab Banjir di Gendingan Batang: Lebar Sungai Menyempit

Dimsum hingga Wafel: Cara SPPG Karangasem Selatan Batang Menyatukan Selera Anak dan Standar Gizi

Menurut Zulhas, kunjungan langsung ke sekolah menjadi bagian penting untuk melihat secara nyata kualitas pendidikan dan kemampuan pelajar di berbagai daerah, sehingga pemerintah memiliki dasar objektif dalam merumuskan kebijakan nasional.

“Dengan turun langsung ke sekolah, bisa membandingkan kemampuan anak-anak antar kabupaten maupun antar provinsi."

"Dari situlah pemerintah bisa mengukur dan semua kebijakan Presiden Prabowo disusun berdasarkan riset ilmiah,” kata Zulhas.

Zulhas menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM harus dimulai dari pemenuhan gizi yang cukup sejak usia sekolah.

Hal itu, pemerintah meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai fondasi pembangunan generasi masa depan.

“Makan itu penting. Asupan gizi yang cukup membuat pertumbuhan fisik dan perkembangan otak menjadi optimal. Dari situlah kecerdasan anak-anak lahir,” ucapnya. 

Dia menambahkan, program MBG tidak hanya berdampak pada kesehatan dan kecerdasan anak, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian rakyat, khususnya petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM di daerah.

Baca juga: Dari Ancaman Jadi Harapan, Kabupaten Batang Bersatu Sulap Sampah Jadi Energi Listrik

Nasib Warga Wonotunggal Terancam Putus, Jembatan Nyaris Runtuh, Ini Solusi Cepat Pemkab Batang

Di sisi lain, Bupati Batang M Faiz Kurniawan menyampaikan bahwa kebijakan pembangunan yang berimbang antara industri dan sektor kerakyatan telah mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan. 

Pada kuartal ketiga 2025, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang tercatat mencapai 8,05 persen, melampaui target nasional sebesar 8 persen.

“Insya Allah, Batang sudah tembus 8 persen. Ini merupakan hasil sinergi berbagai sektor. Mulai dari industri, pertanian, perikanan, hingga UMKM,” kata Bupati Batang.

Dia juga mengapresiasi kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Indomaret dan GP Ansor dalam pengembangan peternakan ayam serta penyerapan hasil pertanian lokal seperti kelengkeng, alpukat, dan komoditas lainnya.

“Ke depan, kami berharap semakin banyak produk pertanian Kabupaten Batang yang masuk ke ritel modern maupun UMKM. Inilah yang menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi daerah,” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved