Berita Batang
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dorong Penguatan Ekonomi Warga Batang Melalui MBG
Menurut Zulhas, kunjungan langsung ke sekolah menjadi bagian penting untuk melihat secara nyata kualitas pendidikan di berbagai daerah.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, BATANG – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan bahwa kebijakan pangan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto dirancang berbasis riset saintifik dan berorientasi jangka panjang.
Artinya, tidak hanya untuk meningkatkan kualitas SDM, tetapi juga sebagai pengungkit ekonomi rakyat.
Demikian disampaikan, Zulhas seusai kunjungan ke dua SMA bersama Bupati Batang, M Faiz Kurniawan dalam penandatangan MOU pembentukan ekosistem UMKM di Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (30/1/2026).
Baca juga: Bupati Faiz Temukan Penyebab Banjir di Gendingan Batang: Lebar Sungai Menyempit
• Dimsum hingga Wafel: Cara SPPG Karangasem Selatan Batang Menyatukan Selera Anak dan Standar Gizi
Menurut Zulhas, kunjungan langsung ke sekolah menjadi bagian penting untuk melihat secara nyata kualitas pendidikan dan kemampuan pelajar di berbagai daerah, sehingga pemerintah memiliki dasar objektif dalam merumuskan kebijakan nasional.
“Dengan turun langsung ke sekolah, bisa membandingkan kemampuan anak-anak antar kabupaten maupun antar provinsi."
"Dari situlah pemerintah bisa mengukur dan semua kebijakan Presiden Prabowo disusun berdasarkan riset ilmiah,” kata Zulhas.
Zulhas menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM harus dimulai dari pemenuhan gizi yang cukup sejak usia sekolah.
Hal itu, pemerintah meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai fondasi pembangunan generasi masa depan.
“Makan itu penting. Asupan gizi yang cukup membuat pertumbuhan fisik dan perkembangan otak menjadi optimal. Dari situlah kecerdasan anak-anak lahir,” ucapnya.
Dia menambahkan, program MBG tidak hanya berdampak pada kesehatan dan kecerdasan anak, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian rakyat, khususnya petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM di daerah.
Baca juga: Dari Ancaman Jadi Harapan, Kabupaten Batang Bersatu Sulap Sampah Jadi Energi Listrik
• Nasib Warga Wonotunggal Terancam Putus, Jembatan Nyaris Runtuh, Ini Solusi Cepat Pemkab Batang
Di sisi lain, Bupati Batang M Faiz Kurniawan menyampaikan bahwa kebijakan pembangunan yang berimbang antara industri dan sektor kerakyatan telah mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.
Pada kuartal ketiga 2025, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang tercatat mencapai 8,05 persen, melampaui target nasional sebesar 8 persen.
“Insya Allah, Batang sudah tembus 8 persen. Ini merupakan hasil sinergi berbagai sektor. Mulai dari industri, pertanian, perikanan, hingga UMKM,” kata Bupati Batang.
Dia juga mengapresiasi kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Indomaret dan GP Ansor dalam pengembangan peternakan ayam serta penyerapan hasil pertanian lokal seperti kelengkeng, alpukat, dan komoditas lainnya.
“Ke depan, kami berharap semakin banyak produk pertanian Kabupaten Batang yang masuk ke ritel modern maupun UMKM. Inilah yang menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi daerah,” tutupnya. (*)
| 20 Hewan Kurban di Batang Terinfeksi Cacing Hati, Dispaperta Pastikan Bebas PMK dan Antraks |
|
|---|
| Pemkab Batang Kebut Penataan Ruang Publik dan Stadion, Bupati Faiz: Digarap Bertahap |
|
|---|
| Hasil TKA SMP Batang Jadi Catatan Serius, Disdikbud Siapkan Strategi Baru |
|
|---|
| Bantuan Pangan untuk 104 Ribu KK di Batang Terus Disalurkan, Alokasi Naik 70 Persen |
|
|---|
| Pemotongan Hewan Kurban Betina di Batang Masih Tinggi, Dispaperta Ingatkan Jaga Populasi Ternak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260130-_-Menko-Pangan-Zulkifli-Hasan-di-Kabupaten-Batang.jpg)