Berita Batang
Pemkab Batang Perkuat Rantai Pasok Kelengkeng Lokal, Gandeng Undip dan Indomaret
Komitmen tersebut ditandai dengan penanaman perdana 300 pohon kelengkeng di lahan seluas 1,5 hektar milik Badan Pengelola Kampus
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat strategi pengembangan komoditas unggulan daerah.
Saat ini, Pemkab Batang mendorong perluasan pasar kelengkeng khas Batang melalui kolaborasi strategis dengan Universitas Diponegoro (Undip) dan perusahaan ritel modern Indomaret.
Komitmen tersebut ditandai dengan penanaman perdana 300 pohon kelengkeng di lahan seluas 1,5 hektar milik Badan Pengelola Kampus di Luar Kampus Utama Undip (BPK2U) Batang, Kecamatan Bandar, dalam waktu dekat ini.
Program ini menjadi langkah awal membangun rantai pasok berkelanjutan yang melibatkan petani, akademisi, dan pelaku usaha ritel.
Bupati Batang, M Faiz Kurniawan, menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan visi Pemkab Batang dalam mengangkat potensi pertanian lokal agar mampu bersaing di pasar modern.
“Pemkab Batang sangat mengapresiasi kolaborasi antara petani, Undip, dan Indomaret.
Pola seperti ini menjadi contoh ideal karena seluruh pihak mendapatkan manfaat, mulai dari petani hingga konsumen,” kata Bupati Batang, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjateng, Minggu (1/2/2026).
Baca juga: Agus Berdalih Akan Bayar Utang Sebelum Aniaya Istri Bos Sate
Ia menjelaskan, Pemkab Batang berkomitmen memfasilitasi pengembangan demplot pertanian produktif yang hasil panennya memiliki kepastian pasar.
“Lahan seluas 1,5 hektar ini bukan sekadar penanaman, tetapi model pengembangan pertanian berbasis riset dan pasar. Hasil panen nantinya langsung diserap Indomaret, dan pola ini akan kami replikasi di wilayah lain,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPK2U Undip, Bambang Waluyo, menjelaskan bahwa Undip berperan menyiapkan lahan sekaligus mendukung riset pengembangan varietas unggul kelengkeng khas Batang.
“Akademisi Undip akan melakukan penelitian lanjutan untuk menemukan varietas unggul yang bernilai ekonomi lebih tinggi bagi petani,” jelas Bambang.
Dari sisi pasar, Executive Director Microeconomics Indomaret, Feki Octavianus, memastikan Indomaret siap menjadi penjamin penyerapan hasil panen kelengkeng khas Batang.
“Ini bagian dari program satu desa satu produk. Jika sudah kuat di Batang, distribusi kelengkeng khas Batang akan kami perluas ke jaringan Indomaret nasional,” katanya.
Feki juga menyebutkan, kualitas kelengkeng Batang dinilai mampu bersaing dengan produk impor, baik dari segi rasa maupun mutu.
Ke depan, Pemkab Batang menargetkan penanaman hingga 10 ribu pohon kelengkeng di sejumlah desa seperti Kuripan, Subah, Limpung, dan wilayah sekitarnya, sebagai upaya menjadikan kelengkeng khas Batang sebagai komoditas unggulan daerah yang berorientasi pasar nasional bahkan ekspor.(ito)
| 20 Hewan Kurban di Batang Terinfeksi Cacing Hati, Dispaperta Pastikan Bebas PMK dan Antraks |
|
|---|
| Pemkab Batang Kebut Penataan Ruang Publik dan Stadion, Bupati Faiz: Digarap Bertahap |
|
|---|
| Hasil TKA SMP Batang Jadi Catatan Serius, Disdikbud Siapkan Strategi Baru |
|
|---|
| Bantuan Pangan untuk 104 Ribu KK di Batang Terus Disalurkan, Alokasi Naik 70 Persen |
|
|---|
| Pemotongan Hewan Kurban Betina di Batang Masih Tinggi, Dispaperta Ingatkan Jaga Populasi Ternak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260201_M-Faiz-Kurniawan.jpg)