Senin, 1 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Pemangkasan TKD Berimbas Pekerjaan Jalan hingga Drainase DPUPR Batang Terbatas

Pemangkasan TKD dari pemerintah pusat berdampak signifikan terhadap sejumlah program pembangunan di Kabupaten Batang. 

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG/Tito Isna Utama
PEKERJAAN JALAN - Pekerjaan jalan di Jalan Sudirman, Kabupaten Batang. (TRIBUN JATENG/TITO ISNA UTAMA) 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat berdampak signifikan terhadap sejumlah program pembangunan di Kabupaten Batang

Satu di antaranya dirasakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Batang, terutama pada sektor drainase.

Kepala DPUPR Batang, Endro Suryono, mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran membuat sejumlah program drainase belum dapat dimaksimalkan. 

Baca juga: DPUPR Batang Kebut Penambalan Jalan, Target H-10 Lebaran Demi Keselamatan Pengendara

Saat ini, alokasi anggaran drainase masih bertahan di kisaran Rp1 miliar per kegiatan.

“Ya, jadi drainase itu sama seperti yang disampaikan tadi Pak Fathurrahman dan Pak Kaji Ari. Catatannya memang posisi saat ini masih Rp1 miliar, Rp1 miliar, Rp1 miliar,” kata Endro kepada Tribunjateng, Selasa (3/2/2026).

Keterbatasan anggaran tersebut tidak lepas dari kebijakan pemangkasan TKD yang cukup besar. 

Endro menyebut, TKD Kabupaten Batang dikurangi hingga Rp354 miliar, sehingga berdampak langsung pada kemampuan fiskal perangkat daerah.

“Iya betul, karena TKD sekarang dikurangi Rp 256 miliar,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pengurangan tersebut memaksa Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melakukan efisiensi di hampir seluruh OPD, termasuk DPUPR. Di instansinya, efisiensi anggaran diperkirakan mencapai Rp16 miliar.

“Kalau ditanya dampaknya, ini signifikan. Yang jelas, di tempat kami diefisiensi kurang lebih sampai Rp16 miliaran,” ungkapnya.

Secara persentase, pengurangan anggaran di DPUPR Batang diperkirakan berada di kisaran 14 hingga 15 persen dari total pagu anggaran awal. 

Meski demikian, angka tersebut masih bersifat sementara karena masih dalam tahap pembahasan.

“Kalau persentasenya, kurang lebih 14 sampai 15 persen. Tapi ini masih digodok dan masih dirapatkan,” jelasnya.

Endro menambahkan, DPUPR Batang akan berupaya memprioritaskan program-program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat, meski di tengah keterbatasan anggaran yang ada. (Ito)

Baca juga: Kejar Musim Kemarau, Pemkab Batang Gaspol Infrastruktur Lewat Lelang Dini 2026

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved