Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Harga Cabai di Kabupaten Batang Tembus Rp92 Ribu per Kilogram

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Batang memastikan langkah stabilisasi harga segera dilakukan melalui operasi pasar murah.

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Tito Isna Utama
HARGA CABAI - Suasana lapak dagangan cabai di satu di antara pedagang pasar Batang. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Batang memastikan langkah stabilisasi harga segera dilakukan melalui operasi pasar murah.


Hal itu dilakukan untuk menanggapi Kenaikan harga cabai menjelang Ramadan 1447 H mulai terasa di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Batang.


Berdasarkan pantauan di Pasar Batang pada Selasa (17/2/2026), harga cabai setan menembus Rp92 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp70 - 80 ribu. 


Cabai merah besar dan cabai rawit kini berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram, sebelumnya hanya di kisaran Rp25 - 32 ribu perkilogramnya.


Sementara cabai hijau tercatat Rp 24 ribu per kilogram.


Tak hanya cabai, harga bawang merah juga naik signifikan dari Rp32 ribu menjadi Rp48 ribu per kilogram.

Baca juga: Begini Respons Wagub Jateng Taj Yasin Terkait Kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor

Baca juga: Di Kota Semarang Tetap Bisa Dugem di Bulan Ramadan


Pedagang menyebut kenaikan terjadi dalam dua hingga tiga hari terakhir, dipicu meningkatnya permintaan jelang puasa dan Imlek serta pasokan yang terganggu akibat musim hujan.


Kepala Disperindagkop Batang, Wahyu Budi Santoso, mengatakan cabai memang menjadi komoditas paling fluktuatif karena sangat bergantung pada faktor cuaca dan distribusi.


“Musim hujan membuat sebagian hasil panen kualitasnya menurun, bahkan ada yang membusuk sebelum sampai ke pasar.

Itu yang memengaruhi harga. Namun untuk Batang, secara umum stok masih cukup,” kata Wahyu kepada Tribunjateng, Rabu (18/2/2026).


Ia menambahkan, selain cabai, komoditas telur dan daging juga mengalami kenaikan, meski masih dalam batas wajar dan belum memicu gejolak signifikan.


Sebagai langkah antisipasi menjelang Lebaran, Disperindagkop bersama Bulog dan dinas terkait telah menyiapkan sejumlah agenda operasi pasar murah yang akan digelar di beberapa titik.


“Kami sudah menyiapkan beberapa kegiatan operasi pasar murah. Lokasinya menyasar pasar tradisional dan kantong-kantong permukiman warga.

Jumlah dan waktunya menyesuaikan kemampuan daerah, tapi pasti ada,” tegasnya.


Selain itu, Disperindagkop Batang juga melakukan pemantauan harga harian di pasar-pasar utama untuk memastikan tidak ada lonjakan yang tidak wajar serta menjaga kelancaran distribusi.


Pemerintah daerah berharap intervensi melalui operasi pasar dapat menahan laju kenaikan harga dan menjaga daya beli masyarakat tetap stabil selama Ramadan. (Ito)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved