Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Mobil Damkar Batang Banyak yang Tua, Penanganan Kebakaran Terancam Lambat

Kondisi armada pemadam kebakaran di Kabupaten Batang dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Tito Isna Utama
ARMADA - Suasana beberapa armada Damkar yang masih ada di kantor. 

Selain persoalan armada, Damkar Batang juga menghadapi tantangan luasnya wilayah kerja. Saat ini pos Damkar hanya berada di tiga titik yakni Batang, Bandar, dan Limpung.

Pos Batang melayani wilayah Kecamatan Batang, Kandeman, Tulis, dan Warungasem. 

Pos Bandar mencakup Bandar, Pecalungan, Blado, dan Wonotunggal. 

Sedangkan Pos Limpung menangani lima kecamatan lain dengan wilayah yang cukup luas.

Padahal, standar waktu tanggap (response time) penanganan kebakaran idealnya sekitar 15 menit.

“Wilayah Kabupaten Batang ini luas. Kalau dihitung logika saja, dari Bandar ke Bawang misalnya, apakah bisa ditempuh 15 menit? Itu yang jadi pertimbangan perlunya penambahan pos,” ungkap Warno.

Menurutnya, kebutuhan ideal Damkar Batang setidaknya mencapai delapan pos pemadam yang tersebar di beberapa wilayah sesuai konsep Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK).

“Logikanya paling tidak ada delapan pos. Karena wilayah Batang luas dan sekarang juga sudah banyak industri serta gedung tinggi,” ujarnya.

Selain penambahan pos dan armada pemadam, Damkar Batang juga membutuhkan kendaraan khusus untuk operasi penyelamatan.

Warno menyebut beberapa jenis armada yang diperlukan di antaranya mobil rescue, mobil tangga untuk gedung tinggi, mobil foreder untuk operasi penyelamatan, serta ambulans yang dilengkapi tenaga kesehatan.

“Kalau gedung sudah tinggi tentu kita butuh mobil tangga. Selain itu juga mobil rescue untuk peralatan berat saat penyelamatan. Bahkan idealnya Damkar juga punya ambulans dan tenaga kesehatan sendiri,” jelasnya.

Dari sisi usia kendaraan, salah satu petugas Damkar Batang, Rudi, menyebut armada tertua bahkan sudah digunakan sejak tahun 2002.

“Yang paling lama tahun 2002. Kemudian ada tahun 2003, 2008, 2012 dua unit, dan 2024 satu unit,” ungkap Rudi.

Menurutnya, ke depan pemerintah daerah perlu mulai mempertimbangkan penguatan sarana dan prasarana pemadam kebakaran, seiring berkembangnya kawasan industri dan meningkatnya potensi risiko kebakaran di Kabupaten Batang. (Ito)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved