Berita Batang
Mobil Damkar Batang Banyak yang Tua, Penanganan Kebakaran Terancam Lambat
Kondisi armada pemadam kebakaran di Kabupaten Batang dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Kondisi armada pemadam kebakaran di Kabupaten Batang dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal.
Dari enam unit mobil pemadam yang dimiliki, sebagian besar berusia cukup tua dan membutuhkan tambahan peralatan serta dukungan armada baru untuk menunjang penanganan kebakaran dan penyelamatan.
Kasi Pengendalian, Penyelamatan dan Sarana Prasarana (PPSP) Damkar Batang, Warno, mengatakan secara tampilan fisik sebagian armada masih terlihat baik.
Namun jika dilihat dari sisi kelayakan operasional, beberapa unit perlu dipilah karena usia kendaraan yang sudah cukup lama.
“Kalau dilihat dari penampilan bodi, rata-rata masih bagus. Tapi kalau dari segi kelayakan jalan memang harus dipilah-pilah. Yang baru tidak ada masalah, masih operasional bagus,” kata Warno.
Saat ini Damkar Batang memiliki enam unit mobil pemadam. Dari jumlah tersebut, satu unit merupakan armada baru, sementara lainnya tergolong lama.
Bahkan ada satu kendaraan yang hingga kini belum bisa digunakan karena masih dalam perbaikan di bengkel.
Warno menjelaskan, unit tersebut mengalami kerusakan setelah terlibat kecelakaan saat penanganan lumpur di kawasan Perumahan Wanokerto.
“Jumlah armada ada enam unit, tapi satu unit kemarin mengalami trouble karena kecelakaan saat penanganan lumpur di Perumahan Wanokerto. Sampai sekarang masih belum selesai di bengkel,” jelasnya.
Sementara dua unit lainnya ditempatkan di pos Damkar Bandar dan Pos Limpung.
Kedua kendaraan tersebut masih bisa digunakan untuk operasional, meski masih membutuhkan tambahan peralatan pendukung pemadaman seperti selang dan perlengkapan lainnya.
Menurutnya, tidak ada batasan usia ideal untuk kendaraan pemadam kebakaran selama masih dapat beroperasi dengan baik.
“Kalau idealnya sebenarnya tidak ada. Selama masih bisa beroperasional ya dipakai terus,” tambahnya.
Warno menambahkan, kondisi armada yang relatif tua sebenarnya juga terjadi di banyak daerah di Indonesia.
Hal itu karena pengadaan mobil pemadam membutuhkan anggaran besar dan proses pengusulan yang tidak mudah.
“Kalau pengalaman di banyak daerah, mobil pemadam itu rata-rata memang lama-lama semua. Paling daerah yang PAD-nya tinggi saja yang bisa sering membeli armada baru. Di Batang sendiri untuk mengusulkan satu unit saja butuh waktu lama,” katanya.
| Tender Ulang Jembatan Kalibelo, Harapan Baru Konektivitas dan Ekonomi Batang |
|
|---|
| Detik-Detik Warga Batang Hilang di Sungai, Sempat Diajak Pulang tapi Menolak |
|
|---|
| Disdikbud Batang Pastikan TKA Berjalan, Tekankan Kejujuran dan Kenyamanan Siswa |
|
|---|
| 2.646 TKA Serbu Batang, Kepala Disnaker: Jangan Sampai Warga Lokal Hanya Jadi Penonton |
|
|---|
| Galangan Kapal Batang Disiapkan Terintegrasi Giant Sea Wall, Dorong Ekonomi Maritim Lokal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260310-batang8.jpg)