Berita Batang
KEK Batang Resmikan Cisem 2, Makin Siap Jadi Magnet Industri Berbasis Gas
Pemerintah resmi mengalirkan gas perdana proyek pipa transmisi Cirebon - Semarang (Cisem) Tahap 2 sepanjang 242 kilometer di KEK Batang.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: deni setiawan
TRIBUNJAYENG.COM, BATANG - Pemerintah Pusat resmi mengalirkan gas perdana proyek pipa transmisi Cirebon - Semarang (Cisem) Tahap 2 sepanjang 242 kilometer.
Proyek strategis ini digadang menjadi tulang punggung pasokan energi gas untuk wilayah Jawa bagian barat sekaligus memperkuat daya tarik investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang.
Peresmian dilakukan Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung bersama jajaran Direktorat Jenderal Migas serta Pemkab Batang di kawasan KEK Industropolis Batang, Rabu (18/3/2026).
Yuliot menegaskan, pengaliran gas Cisem 2 bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan industri nasional berbasis energi yang lebih efisien dan kompetitif.
Baca juga: Lokasi Shalat Idulfitri Muhammadiyah Batang 20 Maret 2026, Harto Ajak Umat Jaga Kerukunan
• Kecelakaan Beruntun Bus Haryanto Tabrak 5 Mobil di Tol Batang, Berikut Kronologinya
“Gas ini bersumber dari Jawa Timur dan akan dialirkan hingga Banten, bahkan ke depan terintegrasi dengan pasokan dari Natuna."
"Ini akan memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan daya saing industri,” kata Yuliot kepada Tribunjateng.com, Rabu (18/3/2026).
Menurutnya, keberadaan jaringan pipa ini menjadi faktor kunci dalam mendukung operasional industri di KEK Batang.
Pasokan energi yang stabil dan terjangkau diyakini mampu menarik lebih banyak investor masuk, terutama industri berbasis manufaktur dan energi bersih.
Selain gas, pemerintah juga tengah mendorong pengembangan ekosistem energi baru terbarukan di kawasan tersebut.
Satu di antaranya melalui investasi solar panel oleh PT SEG Solar Manufacturing Indonesia, serta pengembangan teknologi penyimpanan energi (battery storage) yang saat ini masih dalam tahap penjajakan investor.
Dari sisi biaya, pemerintah berupaya menjaga efisiensi agar tetap kompetitif.
Tarif pengangkutan gas (toll fee) ditargetkan berada di kisaran 0,4 dolar AS per MMBTU, sehingga dapat memberikan kepastian harga bagi pelaku industri.
Sejumlah perusahaan besar telah menyatakan komitmennya untuk memanfaatkan pasokan gas dari jaringan ini, di antaranya KCC Glass, Rumah Keramik, Wavin, hingga sektor industri lainnya yang tengah berkembang di KEK Batang.
Baca juga: Proyek Dry Port di Batang dan Revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Digarap Setelah Lebaran
• Detik-detik Bus Zentrum Kecelakaan di Tol Brebes, Terguling usai Tabrak Pikap
Sementara itu, Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman mengungkapkan, pembangunan Cisem dilakukan dengan metode percepatan melalui sistem pengerjaan paralel.
Hasilnya, proyek dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat.
| 2.646 TKA Serbu Batang, Kepala Disnaker: Jangan Sampai Warga Lokal Hanya Jadi Penonton |
|
|---|
| Galangan Kapal Batang Disiapkan Terintegrasi Giant Sea Wall, Dorong Ekonomi Maritim Lokal |
|
|---|
| Batang Siapkan Giant Sea Wall, Solusi Rob hingga Dorong Ekonomi Pesisir |
|
|---|
| Khidmat dan Meriah, Upacara HUT Ke-60 Kabupaten Batang Jadi Momentum Bangkit Bersama |
|
|---|
| Tagline Batang Bahagia di HUT ke-60, Bupati Faiz Ingin Tingkatkan Kualitas Hidup Warganya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260318-_-Pengaliran-Gas-Perdana-di-KEK-Batang.jpg)