Berita Batang
Industri Jadi Andalan, Bapperida Batang Optimistis Hadapi Dinamika Global
Sektor industri pengolahan kini menjadi tulang punggung perekonomian daerah dan mendorong pertumbuhan signifikan di Kabupaten Batang.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pemkab Batang terus memperkuat posisi daerah sebagai kawasan industri unggulan.
Kepala Bapperida Kabupaten Batang, Bagus Pambudi menegaskan bahwa sektor industri pengolahan kini menjadi tulang punggung perekonomian daerah dan mendorong pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, dalam lima tahun terakhir kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Batang berasal dari sektor manufaktur.
Hal ini tak lepas dari pesatnya perkembangan kawasan industri seperti Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) maupun Batang Industrial Park, serta pertumbuhan industri manufaktur di sepanjang jalur Pantura.
Baca juga: Pasukan Kuning Tanpa Libur, Sampah Lebaran di Batang Tembus 300 Ton per Hari
• KEK Batang Resmikan Cisem 2, Makin Siap Jadi Magnet Industri Berbasis Gas
“Keunggulan kompetitif Batang saat ini memang ada di industri pengolahan. Ini yang harus terus kami dorong,” kata Bagus kepada Tribunjateng.com, Rabu (25/3/2026).
Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang pada 2025 mencapai 7,79 persen.
Angka tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi maupun nasional, bahkan lebih cepat dari target daerah yang semula diproyeksikan tercapai pada 2028.
“Artinya, ada percepatan pertumbuhan ekonomi akibat berkembangnya industri manufaktur di Batang,” jelasnya.
Meski demikian, Bagus mengakui bahwa dinamika global tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai, terutama terkait stabilitas energi dan kondisi geopolitik dunia.
Dia mencontohkan potensi gangguan di jalur strategis seperti Selat Hormuz yang dapat berdampak langsung pada harga energi global.
“Kalau terjadi gangguan di jalur distribusi energi, itu bisa berdampak pada kenaikan harga BBM dan memicu inflasi. Ini tentu akan berpengaruh ke sektor industri,” ungkapnya.
Namun demikian, pihaknya tetap optimistis pemerintah pusat mampu menjaga stabilitas melalui kebijakan luar negeri yang bersifat non-blok serta peran aktif dalam forum internasional.
Harapannya, konflik global tidak sampai mengganggu iklim investasi maupun aktivitas produksi industri di Batang.
“Kami optimis gejolak global bisa diatasi dan tidak berdampak signifikan terhadap produksi maupun ekspor dari industri di Batang,” tegasnya.
Baca juga: Pemkab Batang Pastikan Energi Tetap Terkendali, Siaga BBM dan LPG Tanpa Pembatasan Jelang Lebaran
• Posko Aduan THR di Batang Terima 31 Laporan, Didominasi Outsourcing Nominal Tak Sesuai Aturan
Di sisi lain, Pemkab Batang juga menaruh perhatian besar terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.
| Bupati Batang Buka Panggung Anak Muda, Dinas Diminta Berhenti Jadi Event Organizer |
|
|---|
| 825 Petugas Sensus Siap Sapu Bersih Data Ekonomi Batang, Dari Tukang Becak hingga Perusahaan KEK |
|
|---|
| Tambak Udang di Tengah Hamparan Sawah Batang Berujung Kasus Hukum, Warga Justru Mengaku Diuntungkan |
|
|---|
| Pemkab Batang Pastikan Proyek TPST Dibangun Tahun Ini, Layani 9 Kecamatan |
|
|---|
| Kecelakaan di Pantura Batang Akibat Beda Tinggi Jalan, Pemotor Oleng dan Terluka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260325-_-Kepala-Bapperida-Kabupaten-Batang-Bagus-Pambudi.jpg)