Berita Batang
Transportasi Murah hingga Hunian Subsidi, Jurus Pemkab Batang Sejahterakan Buruh
Pemerintah Kabupaten Batang, berencana akan menfasilitasi transportasi murah hingga hunian terjangkau bagi para buruh
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang, berencana akan menfasilitasi transportasi murah hingga hunian terjangkau bagi para buruh untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menegaskan bahwa tantangan utama buruh saat ini bukan hanya soal upah, tetapi juga biaya hidup yang terus meningkat, terutama pada sektor transportasi dan perumahan.
Karena itu, Pemkab Batang menyiapkan tiga program strategis yang menyasar langsung kebutuhan pekerja.
Salah satu fokus utama adalah penguatan layanan transportasi publik.
Pemkab tengah mendorong percepatan operasional Trans Jateng dengan rute Weleri - Pekalongan yang diharapkan mampu mempermudah mobilitas pekerja menuju kawasan industri seperti KITB dan BIP.
Selain itu, pemerintah juga merancang layanan kereta api berbasis subsidi (PSO) dengan tarif terjangkau sekitar Rp5 ribu.
“Ini bukan hanya soal murah, tapi juga keselamatan dan kenyamanan pekerja saat berangkat dan pulang kerja,” kata Bupati Batang, M Faiz kepada Tribunjateng, Selasa (5/5/2026).
Tak berhenti di transportasi, pemerintah juga mendorong penyediaan perumahan subsidi khusus bagi buruh industri.
Program ini diharapkan menjadi solusi atas sulitnya akses hunian layak dengan harga terjangkau di sekitar kawasan industri yang terus berkembang.
Di sisi lain, Pemkab Batang tetap menaruh perhatian pada aspek inklusivitas tenaga kerja.
Dalam kesempatan tersebut, Faiz kembali menekankan pentingnya keterlibatan pekerja difabel di dunia industri.
Dia meminta perusahaan memberikan ruang kerja yang adil sesuai regulasi, bahkan mendorong adanya komitmen minimal penyerapan tenaga kerja difabel.
Melalui Dinas Ketenagakerjaan, pemerintah juga menyiapkan pelatihan berbasis kebutuhan industri bagi kelompok difabel.
Program Data Karir (Daker) menjadi satu di antaranya instrumen penting untuk menjembatani kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan.
Kepala Disnaker Batang, Suprapto, menyebut bahwa program ini memungkinkan pemetaan tenaga kerja secara lebih terarah, termasuk bagi penyandang disabilitas yang memiliki potensi di bidang perkantoran hingga teknologi informasi.
Dengan kombinasi program transportasi, perumahan, dan peningkatan kompetensi, Pemkab Batang berharap ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkeadilan bisa terwujud.
“Tujuan akhirnya sederhana, bagaimana pekerja bisa hidup lebih layak, biaya lebih ringan, dan peluang kerja semakin terbuka,” tutupnya. (Ito)
| Batang Genjot Serapan Tenaga Kerja Lokal lewat Platform Digital dan Program Pelatihan Gratis |
|
|---|
| Bukti Terbaru Kasus Viral Video Asusila di Batang, Dijual Pacar Korban Seharga Rp220 Juta |
|
|---|
| Pemkab Batang Siapkan Pembaruan Kapal Keruk Senilai Rp 5 Miliar pada 2027 |
|
|---|
| Nelayan Batang Mengadu ke DPRD, Harga Solar Melonjak hingga Rp30 Ribu Bikin Kapal Anggur |
|
|---|
| Ribuan Anak Putus Sekolah di Batang, Bupati Faiz Siapkan Sayembara Pendidikan untuk Desa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260505_batang_buruh.jpg)