Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

300 Sekolah di Batang Rusak, Perbaikan Butuh Waktu 45 Tahun

Permasalahan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Batang masih menjadi pekerjaan rumah besar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Tito Isna Utama
REHABILITASI SEKOLAH - Kepala Dindikbud Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo saat ditemui di kantornya untuk menyampaikan rehabilitasi sekolah, Selasa (5/5/2026). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Batang mencatat, sedikitnya sekiranya 300 sekolah mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang, hingga berat. TRIBUNJATENG/TITO ISNA UTAMA. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Permasalahan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Batang masih menjadi pekerjaan rumah besar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Batang mencatat, sedikitnya sekiranya 300 sekolah mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang, hingga berat.


Kepala Dindikbud Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut didominasi bangunan lama, khususnya sekolah dasar (SD) yang dibangun melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025.


“Kalau total kerusakan ringan, sedang, berat itu sekitar 300-an. Banyak SD yang usianya sudah tua, karena bangunan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025,” kata Bambang kepada Tribunjateng, Selasa (5/5/2026). 


Dia menjelaskan, dari total 454 SD yang ada di Batang, sekitar 80 sekolah di antaranya mengalami kerusakan cukup parah. 


Faktor usia bangunan menjadi penyebab utama menurunnya kualitas fisik sekolah.


Namun, upaya perbaikan masih terbatas. 

Baca juga: Viral Imam Masjid Dipukuli 3 Pria 1 Wanita Hingga Pingsan


Dalam satu tahun, pemerintah daerah rata-rata hanya mampu merehabilitasi sekitar 10 sekolah. 


Dengan kondisi tersebut, dibutuhkan waktu hingga 45 tahun untuk memperbaiki seluruh SD yang ada.


“Kalau setahun hanya bisa memperbaiki 10 sekolah, berarti butuh 45 tahun untuk 454 SD.

Sementara yang sudah diperbaiki di awal, puluhan tahun kemudian pasti rusak lagi. Jadi ini seperti lingkaran yang terus berputar,” jelasnya.


Untuk tahun 2026, pihaknya telah mengusulkan sejumlah sekolah masuk dalam program revitalisasi. Namun hingga kini, kuota resmi dari pemerintah pusat belum ditetapkan.


Adapun sekolah yang masuk nominasi revitalisasi terdiri dari 45 taman kanak-kanak (TK), 85 SD, dan 17 sekolah menengah pertama (SMP). 


Meski demikian, Bambang menegaskan bahwa status nominasi belum menjamin seluruhnya akan mendapatkan bantuan.


“Itu masih nominasi, belum tentu semuanya disetujui. Kita masih menunggu kuota yang turun,” tuturnya. 


Sementara itu, pada tahun sebelumnya, jumlah pengajuan revitalisasi masih relatif kecil, yakni sekitar 10 sekolah, dengan realisasi bantuan sebanyak 9 sekolah.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved