Kabupaten Batang
Pendapatan Lampaui Target, Kas Daerah Batang Tutup 2025 dengan Silpa Rp 196 Miliar
Pemerintah Kabupaten Batang menutup tahun anggaran 2025 dengan catatan fiskal yang cukup kuat.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang menutup tahun anggaran 2025 dengan catatan fiskal yang cukup kuat.
Selain berhasil melampaui target pendapatan daerah hingga puluhan miliar rupiah, pemerintah daerah juga membukukan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) sebesar Rp 196,33 miliar.
Data tersebut terungkap dalam penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan dalam Rapat Paripurna DPRD Batang, dalam waktu dekat ini.
Baca juga: Warganet Ramai Sebut Pertalite Langka, Pertamina Buka Suara
Baca juga: Semalam Lupa Minum Obat, Gangguan Jiwa Pemuda Jepara Kambuh, Pemilik Toko di Pati Panik
Dalam laporannya, realisasi pendapatan daerah mencapai Rp 2,035 triliun atau 103,96 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 1,957 triliun.
Dengan capaian tersebut, pendapatan daerah melampaui target sekitar Rp77,43 miliar.
"Realisasi pendapatan daerah Kabupaten Batang Tahun Anggaran 2025 mencapai Rp2,035 triliun atau 103,96 persen dari target Perubahan APBD," kata Bupati Batang kepada Tribunjateng, Minggu (14/6/2026).
Di sisi lain, realisasi belanja dan transfer daerah tercatat sebesar Rp1,981 triliun atau sekitar 94,47 persen dari total anggaran Rp2,097 triliun.
Artinya, masih terdapat anggaran yang tidak terserap mencapai Rp115,90 miliar yang berasal dari berbagai pos belanja, mulai dari belanja pegawai, barang dan jasa, belanja modal hingga belanja tidak terduga.
Kondisi tersebut membuat APBD Kabupaten Batang tahun 2025 mencatat surplus sebesar Rp 53,47 miliar.
Setelah ditambah realisasi pembiayaan netto sebesar Rp 142,85 miliar, posisi kas daerah menghasilkan SILPA sebesar Rp 196,33 miliar.
Selain memaparkan kondisi APBD, Faiz juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Batang kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Tengah atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2025.
Capaian tersebut menjadi yang kesepuluh kali secara berturut-turut diraih Kabupaten Batang.
"Ini adalah tahun kesepuluh berturut-turut Pemerintah Kabupaten Batang memperoleh opini WTP," ujarnya.
Dari sisi neraca keuangan, nilai aset daerah per 31 Desember 2025 tercatat mencapai Rp3,31 triliun atau naik sekitar 2,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp3,24 triliun.
Sementara itu, kewajiban daerah turun dari Rp68,56 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp66,28 miliar pada akhir tahun 2025.
Penurunan tersebut berdampak pada meningkatnya nilai ekuitas atau kekayaan bersih daerah yang kini mencapai Rp3,24 triliun, naik sekitar 2,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dokumen Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025 selanjutnya akan dibahas oleh DPRD Kabupaten Batang sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. (Ito)
| Usai Sempat Membahayakan, Pedestrian Alun-Alun Batang Kini Lebih Nyaman dan Rapi |
|
|---|
| Tersisa 16 Motif, Batik Rifaiyah Diperjuangkan Agar Tak Hilang Ditelan Zaman |
|
|---|
| Kejar Lampu Jalan Modern, Pemkab Batang Siapkan SDM Khusus Hadapi Proyek KPBU |
|
|---|
| Pemkab Batang Gandeng Kemenkeu dan Buka Karpet Merah untuk Kontraktor Lokal, Siapkan Rp 300 Miliar |
|
|---|
| Bupati Batang Matangkan Pengamanan Nataru, Fokus Lalu Lintas dan Patroli WFA |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260614_PENDAPATAN-DAERAH-Bupati-Batang.jpg)