Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Berbekal Bambu dan Makam, Desa Karangampel Kudus Siap Jadi Destinasi Wisata Edukasi dan Religi

Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus kini siap bertransformasi menjadi desa wisata.

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
PAMERKAN KERAJINAN BAMBU - Masyarakat Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus mengenalkan aneka ragam produk kerajinan dari bambu. Pokdarwis Pesona Karangampel bertekad kenalkan wisata edukasi dan religi sebagai karakteristik Desa Karangampel, Senin (1/9/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus kini siap bertransformasi menjadi desa wisata.

Potensi tanaman bambu yang tumbuh subur disulap menjadi cikal bakal lahirnya wisata edukasi di bidang kerajinan bambu.

Tak hanya itu, potensi lain yang bisa dikembangkan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa setempat yaitu mengangkat wisata religi dengan adanya dua makam sesepuh desa.

Baca juga: Anak Muda Maduretno Gairahkan Kembali Bundengan, Musik Bambu Khas Wonosobo

Ketua Pokdarwis Pesona Karangampel, Arif Rifa'an (56) menyampaikan, Desa Wisata Karangampel secara resmi lahir sejak 2019.

Fokus utamanya menggarap potensi wisata edukasi kerajinan bambu dan mengembangkan wisata religi.

Kata dia, Karangampel dikenal sebagai kampung dengan potensi tinggi tanaman bambu sejak dahulu kala.

Pada mulanya, bambu-bambu yang tumbuh subur di setiap dusun hanya sekadar dimanfaatkan untuk olahan kebutuhan sehari-hari.

Misalnya dibuat kandang ayam, keranjang tempat sampah, penutup makanan (tudung saji), atau hanya sekadar digunakan untuk rangkaian struktur atap bangunan.

Potensi tersebut dilirik oleh Pokdarwis untuk dikembangkan menjadi kerajinan yang bernilai jual.

Sekaligus mengangkat potensi desa dengan menonjolkan kerajinan produk dari bambu melalui tangan terampil masyarakat.

"Potensi bambu banyak di setiap dusun ada. Kami gandeng beberapa warga yang terampil untuk bersama-sama mengangkat potensi desa menjadi wisata edukasi," terangnya, Senin (1/9/2025).

Saat ini masih ada kurang lebih lima perajin bambu yang masih eksis menciptakan karya-karya di Dusun Kiyongan, Dusun Nganti, dan Dusun Blolo.

Di antaranya Abdul Latif (45), dan Kiswanto (50).

Beberapa produk khas kerajinan bambu yang dihasilkan seperti, layang-layang, tikar, asesoris, wakul, tampah, serta beberapa jenis perlengkapan rumah lainnya.

Saat ini, sudah ada rumah produksi di Desa Karangampel yang siap dijadikan sebagai sarana edukasi wisatawan yang berkunjung.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved