Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Gerakan ASN Kudus Belanja di Pasar Tradisional Dimulai dari Pasar Kliwon

Suasana di Pasar Tradisional Kliwon Kabupaten Kudus mendadak ramai diserbu ASN pada Jumat (24/10/2025).

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
ASN BELANJA - Sejumlah ASN Pemkab Kudus berbelanja di Pasar Tradisional Kliwon, Jumat (24/10/2025). Aksi tersebut merupakan implementasi program ASN Ayo Belanja ke Pasar Tradisional.  

Kata dia, kondisi Pasar Kliwon dalam beberapa waktu terakhir sepi dari pembeli.

Daya beli masyarakat ke pasar tradisional semakin menurun dan memprihatinkan, termasuk yang terjadi di Pasar Kliwon.

Sapaati pada hari-hari biasa hanya melayani segelintir pembeli. Itu pun sering kali permintaan dalam jumlah sedikit, pernah juga tidak ada pembeli sama sekali dalam sehari berjualan.

Kata dia, momentum Jumat kali ini menjadi berkah ketika cabai, bawang merah, dan bawang putih yang dijualnya habis separo dalam waktu kurang dari sejam.

"Untuk harga masih stabil. Cabai rawit putih Rp 20.000 per kilogram, cabai keriting merah Rp 45.000 per kilogram, bawang merah Rp 40.000-45.000 per kilogram, bawang putih Rp 40.000 per kilogram, cabai setan atau rawit merah Rp 40.000 per kilogram," tuturnya.

Aksi ASN belanja ke pasar tradisional merupakan program Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris dalam mendukung upaya peningkatan ekonomi pedagang di pasar tradisional.

Program tersebut sedianya dilakukan pada Jumat, minimal sebulan sekali. Dalam rangka membangun ekonomi daerah menopang Indonesia lebih maju.

Plh Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Djati Solechah menyampaikan, program ASN belanja ke pasar tradisional merupakan tindak lanjut surat edaran (SE) Bupati Kudus pada 23 Oktober.

Yaitu gerakan sambang pasar untuk mendorong dan meningkatkan perekonomian maayarakat, khususnya pedagang.

Juga menumbuhkan kembali geliat pasar tradisional yang lesu dampak digitalalisasi belanja (belanja online).

Dengan harapan, gerakan ini jadi motor penggerak perputaran ekonomi masyarakat di lingkungan pasar tradisional.

"Program ini dilakukan setiap hari Jumat minimal sebulan sekali di selang kegiatan olahraga," katanya.

Baca juga: Atap Bocor, Puluhan Kios di Pasar Kliwon Kudus Terendam Hujan Deras

Menurut Djati, setiap ASN diharapkan bisa belanja minimal Rp 50.000 di pasar tradisional.

Setelah dilaunching hari ini, lanjut dia, diharapkan gerakan ini terus berlanjut di masing-masing OPD.

"Waktu belanja maksimal 1 jam di sela-sela olahraga. Selanjutnya (setelah belanja) kembali ke OPD masing-masing untuk melakukan pelayanan lebih lanjut," jelasnya. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved