Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

555 Bonsai dari Berbagai Daerah di Indonesia Dipamerkan di Kudus

Bonsai Santigi Gunawan juga pernah ditawar Rp200 juta oleh salah satu kolektor bonsai.

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
PAMERAN BONSAI - Pengunjung melihat-lihat bonsai yang dipamerkan di Balaijagong Kudus, Sabtu (25/10/2025). Ajang pameran atau kontes bonsai tingkat nasional tersebut diikuti 555 bonsai selama 9 hari 19-28 Oktober. (TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM) 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Balaijagong Kabupaten Kudus menjadi saksi pameran nasional bonsai 2025.

Di bawah terik matahari hangat, 555 bonsai dari berbagai daerah di Indonesia dipamerkan. Di antaranya jenis Santigi, Serut, Asam Jawa, Beringin, Cemara, dan beberapa jenis lainnya.

Pameran nasional bonsai 2025 di Kabupaten Kudus bertajuk "The Champions The Greatness of Kudus Bonsai Observers" digelar selama 10 hari, 19-28 Oktober 2025. Pameran mencakup 3 kelas kategori, yakni kelas bahan, pratama dan madya.

Baca juga: Cabor Ju-jitsu dalam PON Bela Diri Kudus Jadi Ajang Pengembangan ke Berbagai Daerah

Penjurian kontes bonsai digelar sejak hari pertama pameran hingga 24 Oktober. Sedangkan pameran untuk umum digelar mulai 25 - 28 Oktober.

Seorang pengunjung, Dinda Permanasari (25) mengaku terpesona dengan berbagai bonsai yang dipamerkan di Kudus.

Kata dia, beberapa bonsai yang dilihat mengandung daya tarik tersendiri. Khususnya bonsai yang sudah lengkap dari akar, batang, percabangan, hingga perantingan.

"Bonsai yang sudah lengkap auranya itu seperti pohon besar yang sesungguhnya. Bisa kita nikmati dalam bentuk pohon mini, dan itu keren," terangnya, Sabtu (25/10/2025).

Dinda bersama dua rekannya sengaja menyambangi kegiatan pameran untuk meliat langsung seperti apa bonsai-bonsai kelas nasional yang dibawa ke Kudus.

"Ini baru kelas madya, kalau ada peserta dari kelas utama, pasti akan lebih wow lagi," ucap dia.

Ketua panitia penyelenggara pameran nasional bonsai 2025, Yohan Adi Pras menyampaikan, 555 bonsai yang didatangkan dari berbagai kabupaten/kota di Indonesia dinilai sebelum dipamerakan secara umum.

Kelas bahan dinilai dari gerak dasar, kelas pratama satu tingkat di atas gerak dasar dinilai dari struktur akar dan percabangan ranting, sedangkan kelas madya lebih fokus pada hasil dan kesesuaian antara akar, batang, cabang ranting meski belum lengkap.

Semakin bagus dan semakin lengkap struktur bonsai, dapat mempengaruhi harga jual bonsai menjadi lebih tinggi.

Kata dia, pameran atau kontes bonsai sebagai ajang mengenalkan koleksi-koleksi bonsai dari berbagai kolektor di berbagai penjuru Indonesia.

Selain itu, juga meningkatkan daya jual atau nilai pasar bonsai bagi yang mendapatkan prestasi juara di masing-masing kategori.

Di antaranya prestasi terbaik kategori best stand dan best in class di masing kelas. Serta best in show dipilih dari seluruh bonsai yang hadir dan bonsai favorit bupati.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved