Berita Kudus
Menguras Awan di Atas Laut: Cara Kerja Modifikasi Cuaca Menjaga Langit Muria Raya Tetap Kering
Dalam kondisi darurat banjir, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) justru digunakan sebagai alat untuk mencegah atau menghentikan hujan.
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM - Banyak orang mengira modifikasi cuaca hanya untuk mendatangkan hujan.
Padahal, dalam kondisi darurat banjir, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) justru digunakan sebagai alat untuk mencegah atau menghentikan hujan.
Tujuannya agar tidak turun di wilayah Muria Raya dari tanggal 15-20 Januari 2026.
Baca juga: Banjir Pati, Sektor Perikanan Budi Daya di Desa Tunggulsari Lumpuh
Berikut adalah sistem kerja "penghalau" hujan menggunakan garam:
1. Strategi "Cegat" Awan (Rain Jumping)
Garam tidak digunakan untuk menghilangkan awan, melainkan untuk memaksa awan hujan habis sebelum sampai ke tujuan.
Skenario: Misalkan ada awan hujan besar yang bergerak dari laut menuju daratan (permukiman yang sedang banjir).
Tindakan: Pesawat akan menaburkan garam saat awan tersebut masih berada di atas laut atau wilayah yang tidak berisiko.
Hasilnya: Hujan turun "prematur" di laut.
Ketika awan tersebut sampai di atas daratan, kandungan airnya sudah habis atau tinggal sedikit.
Inilah yang membuat daratan menjadi kering atau tidak hujan.
2. Mempercepat "Kematian" Awan
Awan memiliki siklus hidup.
Dengan menabur garam secara masif pada awan-awan yang baru tumbuh di sekitar wilayah yang ingin dilindungi, tim TMC sebenarnya sedang melakukan proses "pengurasan".
Garam membuat uap air dalam awan menggumpal dan jatuh dengan sangat cepat.
| 2 Lansia Meninggal Akibat Kebakaran di Kudus, Bupati Sam’ani Imbau Warga Aktifkan Siskamling |
|
|---|
| 2 Lansia Meninggal Akibat Kebakaran di Kudus, Mbah Niti yang Sakit Stroke Tergeletak di Kamarnya |
|
|---|
| Bupati Kudus Ingin Koperasi Desa Merah Putih Mampu Perkuat Ekonomi Desa |
|
|---|
| BRI Serahkan Ambulans untuk Masjid di Kudus |
|
|---|
| Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Motor di Loram Kulon Kudus |
|
|---|
