Kudus
Potret Kirab Ritual Bwee Gee di Kudus, Ada Atraksi Tusuk Pipi Dengan Besi
Lantunan doa menggema dari dalam altar di Kelenteng Hok Hien Bio Kudus yang terletak di Jalan Ahmad Yani.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Lantunan doa menggema dari dalam altar di Kelenteng Hok Hien Bio Kudus yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati, Kudus, Minggu (1/2/2026).
Doa-doa yang dipanjatkan itu berharap agar keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan menyelimuti umat manusia.
Saat doa-doa itu dipanjatkan, sebagian umat Tionghoa mengikutinya dengan menelakupkan tangan tepat di dada atau di kepala. Sebagian lainnya di sela-sela telakupan tangannya terdapat hio atau dupa yang ujungnya telah dibakar.
Mereka berdoa dalam kondisi saksama dan khusyuk. Doa itu dipanjatkan sebelum memulai kirab. Kirab ini merupakan bentuk penghormatan umat Tionghoa atas Hok Tek Ceng Sin atau Dewa Bumi.
Baca juga: Detik-detik Polisi Mencoba Kabur Setelah Terlibat Kecelakaan Tabrak Lari, Mobil Terjun ke Sungai
Baca juga: Ini Dugaan Penyebab Jalan Sumberrejo Kaliwungu Kendal Sering Banjir
Peringatan penghormatan atas Dewa Bumi yang diselenggarakan setiap tahun di Kelenteng Hok Hien Bio di Kudus ini disebut sebagai Bwee Gee.
Kirab yang dimulai sejak dari Kelenteng Hok Hien Bio ini berjalan menuju Jalan Loekmono Hadi, Jalan Mangga, Jalan Wahid Hasyim, Jalan Sunan Kudus, Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Tanjung, Jalan Pemuda, Jalan Ahmad Yani, dan kembali lagi ke Kelenteng Hok Hien Bio.
Sementara warga sudah memadati seluruh ruas jalan yang dilalui peserta kirab. Mereka setia menunggu kedatangan para peserta kirab.
Kirab dimulai dengan barisan para pelajar yang mengenakan seragam pramuka. Mereka membentangkan spanduk berwarna merah bertuliskan Kirab Ritual Bwee Gee.
Pada barisan para pelajar ini juga membawa delapan Sang Saka Merah Putih yang membuka jalannya kirab.
Di belakang para pelajar, diikuti peserta kirab dari berbagai kelenteng di Tanah Air. Tercatat ada sebanyak 32 kelenteng dari berbagai daerah di Indonesia yang terlibat dalam kirab kali ini.
Kehadiran mereka tidak sekadar ikut kirab, melainkan juga membawa kongco untuk dikirab menggunakan tandu. Tak jarang pula dalam memikul tandu kongco, mereka sembari menggoyang-goyangkannya bak gerakan atraktif.
Yang membuat penonton kirab tertarik di antaranya karena ada atraksi liong atau tarian naga. Atraksi ini khas datang dari Tanah Tiongkok. Selain itu di sela-sela kirab juga terdapat peserta yang menampilkan atraksi tusuk pipi menggunakan besi tajam.
Penampilannya membuat ngilu para penonton kirab. Tidak jarang mereka juga harus mengernyitkan dahi dan menutup kedua matanya saat atraksi itu ditampilkan.
Putri Nadila merupakan satu di antara warga Kudus yang tidak pernah melepaskan kesempatan untuk menonton kirab setiap tahunnya.
Perempuan 22 tahun asal Kelurahan Mlati Kidul, Kecamatan Kota Kudus tersebut selalu menanti hadirnya kirab Bwee Gee yang digelar rutin setiap sepekan atau dua pekan sebelum jatuhnya Tahun Baru Imlek.
| "Mengancam Industri" Alasan Buruh Pabrik Rokok di Kudus Tolak Kenaikan Tarif Cukai |
|
|---|
| Lahan Eks Matahari Kudus Dibangun Gedung 7 Lantai Senilai Rp 91,4 Miliar |
|
|---|
| Gamelan di SMP Satu Atap Wonosoco Kudus Hilang Dicuri |
|
|---|
| Beraksi Enam Kali, Pelaku Pencurian Motor di Kudus Berakhir Ditangkap Polisi |
|
|---|
| Enam Pelaku Penganiayaan Siswa di Kudus Ditangkap Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260201_ATRAKSI-Seorang-peserta-kirab-ritual-Bwee-Gee.jpg)