Berita Pati
Takbir Keliling Pakai Sound Horeg, Ketua PCNU Pati: Keluar dari Esensi Takbiran
Penggunaan sound horeg saat takbir keliling pada malam jelang Idulfitri dinilai sudah keluar dari esensi sesungguhnya takbiran.
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, PATI - Penggunaan sound horeg saat takbir keliling pada malam jelang Idulfitri dinilai sudah keluar dari esensi sesungguhnya takbiran.
Dari berbagai pengalaman, sound horeg saat takbiran justru menimbulkan gangguan di masyarakat.
Hal tersebut pun disampaikan secara tegas oleh Ketua PCNU Kabupaten Pati, Yusuf Hasyim.
Dia berkeberatan jika pemerintah daerah membuka peluang penggunaan sound horeg saat malam takbiran.
Baca juga: Sound Horeg Keliling Tiap Sahur di Pati Kena Razia Polisi
• Viral Ford Fiesta Nyangkut di Atap Rumah Warga Ungaran, Sopir Ikuti Petunjuk Google Maps
Sekali lagi, Yusuf menegaskan bahwa esensi takbiran dalam perayaan Idulfitri adalah mengagungkan asma Allah, bukan sekadar kegiatan hura-hura yang berpotensi menimbulkan gangguan di masyarakat.
Menurut dia, takbiran sebaiknya dilaksanakan secara khidmat di masjid maupun musala bersama masyarakat maupun takmir setempat.
Jika tetap ingin menggelar takbir keliling, kegiatan tersebut diharapkan cukup dilakukan di lingkungan desa masing-masing agar tidak mengganggu ketertiban umum.
“Esensi takbir itu mengagungkan asma Allah. Jangan sampai makna takbiran kemudian bergeser menjadi kegiatan yang justru keluar dari nilai-nilai ajaran Islam,” ujar Yusuf seperti dilanisr dari Kompas.com, Kamis (12/3/2026).
Yusuf menilai, penggunaan sound horeg dalam takbir keliling berpotensi menimbulkan gangguan bagi masyarakat, terutama kalangan lanjut usia (lansia).
Selain itu, suara keras dari perangkat audio berdaya besar tersebut juga pernah dilaporkan menyebabkan kerusakan pada bangunan rumah warga.
“Kalau sound horeg hanya sekadar untuk ramai-ramai atau hura-hura yang malah mengganggu dan menimbulkan madharat, lebih baik dihindari."
"Takbiran bisa dilakukan dengan suasana syahdu dan khidmat,” katanya.
Dia menambahkan, pihaknya lebih sepakat jika takbir keliling tetap dilaksanakan secara terbatas di wilayah desa masing-masing.
Dengan begitu, kegiatan tersebut dinilai akan lebih tertib serta tidak mengganggu masyarakat di daerah lain.
“Kalau masing-masing di desanya sendiri, saya kira akan lebih tertib dan bisa menjaga kondusivitas,” tambahnya.
takbiran
Sound Horeg Takbir Keliling
Takbir keliling
PCNU Pati
Yusuf Hasyim
Tribunjateng.com
Deni Setiawan
| Tinggal Terpisah Anak Istri, Tukang Bangunan Ditemukan Tewas Dalam Rumahnya di Pati |
|
|---|
| Alasan Pemkab Pati Belum Terapkan WFH, Chandra: Kami Fokus Kejar PAD |
|
|---|
| Sidang Perkara "Tongtek Maut" di Pati Ricuh, Keluarga Korban Lempar Sandal ke Mobil Tahanan |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Tok! 2 Penghalang Kerja Jurnalis di Pati Divonis 4 Bulan Penjara |
|
|---|
| Baru 2 Bulan Keluar Penjara, Pria asal Pati Kembali Ditangkap Polisi Usai Beraksi Semalaman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260312-_-Ketua-PCNU-Kabupaten-Pati-Yusuf-Hasyim.jpg)