Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pati

Takbir Keliling Pakai Sound Horeg, Ketua PCNU Pati: Keluar dari Esensi Takbiran

Penggunaan sound horeg saat takbir keliling pada malam jelang Idulfitri dinilai sudah keluar dari esensi sesungguhnya takbiran.

Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
Kompas.com/KAFI
SOUND HOREG - Ketua PCNU Kabupaten Pati, Yusuf Hasyim. PCNU Pati tak sependapat jika ada sound horeg saat takbir keliling di malam Lebaran. Dia menilai hal tersebut justru keluar dari esensi dari takbiran itu sendiri. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Penggunaan sound horeg saat takbir keliling pada malam jelang Idulfitri dinilai sudah keluar dari esensi sesungguhnya takbiran.

Dari berbagai pengalaman, sound horeg saat takbiran justru menimbulkan gangguan di masyarakat.

Hal tersebut pun disampaikan secara tegas oleh Ketua PCNU Kabupaten Pati, Yusuf Hasyim.

Dia berkeberatan jika pemerintah daerah membuka peluang penggunaan sound horeg saat malam takbiran. 

Baca juga: Sound Horeg Keliling Tiap Sahur di Pati Kena Razia Polisi

Viral Ford Fiesta Nyangkut di Atap Rumah Warga Ungaran, Sopir Ikuti Petunjuk Google Maps

Sekali lagi, Yusuf menegaskan bahwa esensi takbiran dalam perayaan Idulfitri adalah mengagungkan asma Allah, bukan sekadar kegiatan hura-hura yang berpotensi menimbulkan gangguan di masyarakat. 

Menurut dia, takbiran sebaiknya dilaksanakan secara khidmat di masjid maupun musala bersama masyarakat maupun takmir setempat.

Jika tetap ingin menggelar takbir keliling, kegiatan tersebut diharapkan cukup dilakukan di lingkungan desa masing-masing agar tidak mengganggu ketertiban umum.

“Esensi takbir itu mengagungkan asma Allah. Jangan sampai makna takbiran kemudian bergeser menjadi kegiatan yang justru keluar dari nilai-nilai ajaran Islam,” ujar Yusuf seperti dilanisr dari Kompas.com, Kamis (12/3/2026).

Yusuf menilai, penggunaan sound horeg dalam takbir keliling berpotensi menimbulkan gangguan bagi masyarakat, terutama kalangan lanjut usia (lansia). 

Selain itu, suara keras dari perangkat audio berdaya besar tersebut juga pernah dilaporkan menyebabkan kerusakan pada bangunan rumah warga.

“Kalau sound horeg hanya sekadar untuk ramai-ramai atau hura-hura yang malah mengganggu dan menimbulkan madharat, lebih baik dihindari."

"Takbiran bisa dilakukan dengan suasana syahdu dan khidmat,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya lebih sepakat jika takbir keliling tetap dilaksanakan secara terbatas di wilayah desa masing-masing.

Dengan begitu, kegiatan tersebut dinilai akan lebih tertib serta tidak mengganggu masyarakat di daerah lain.

“Kalau masing-masing di desanya sendiri, saya kira akan lebih tertib dan bisa menjaga kondusivitas,” tambahnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved