Kamis, 28 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Kopda Feri Bertugas Cari Orang untuk Culik Kepala Cabang Bank BUMN  

Kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) sebuah bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta (37,) menguak fakta baru.

Tayang:
Penulis: Achiar M Permana | Editor: galih permadi
Instagram @awreceh dan @hampradipa
KACAB BUMN : Tangkapan layar dari Instagram @awreceh dan @hampradipa pada Jumat (22/8/2025) : Sosok Ilham Pradipta Kacab Bank BUMN Diculik Lalu Dibunuh: Baik, Tidak Punya Masalah 

Pada pukul 16.00, korban berjalan menuju mobilnya.

Saat Ilham hendak masuk ke kendaraan, Eras dan kawan-kawan langsung menariknya lalu memaksa korban masuk ke mobil yang telah diparkir para pelaku di samping kendaraan korban. 

Setelah menculik Ilham, para pelaku keluar dari area parkir supermarket.

“Awalnya korban akan diserahkan kepada oknum F dan tangan kanan bos di daerah Fatmawati, akan tetapi oknum FH mengarahkan ke daerah Tanjung Priok,” jelas dia. 

Namun, Eras disebut tidak menyetujui penyerahan korban di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Ia pun bertolak ke Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Sekitar pukul 18.40, Eras sudah sampai di lokasi penukaran, dan korban diserahkan kepada oknum F dan tangan kanan bos sekitar pukul 18.55. Bahwa sekitar pukul 19.00, korban dibawa oleh tangan kanan bos,” ucap Agal. 

Eras dan kawan-kawan serta Feri bergerak menuju sebuah sport center di Cempaka Putih Barat, Cempaka Putih.

Setiba di sana, Feri menyerahkan uang senilai Rp 45 juta kepada Eras sebagai imbalan pekerjaan. 

Seusai menerima jatah, Eras dan teman-temannya kembali ke tempat tinggal.

Dalam kesempatan ini, Agal membantah bahwa Eras hendak melarikan diri ke kampung halamannya saat ditangkap polisi, pada Kamis (22/8/2025).

Eras disebut meninggalkan Jakarta karena hendak mengikuti acara adat. 

“Eras mengetahui korban meninggal usai Satuan Reskrim Polres Manggarai Barat menunjukkan foto bahwa orang yang mereka jemput paksa sudah meninggal,” ungkap dia. 

“Pada saat itu juga Eras meminta ke anggota polisi untuk menelepon oknum FH, dan Eras sangat syok mendengar korban meninggal. Berulang kali Eras menelepon, namun tidak tersambung,” tambah dia. 

Adapun kronologi yang disampaikan Agal bukan alur cerita resmi dari kepolisian.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved