Berita Regional
Nekat Terobos Banjir, Wanita WNA Ditemukan Tewas di Gorong-Gorong
Seorang warga negara asing (WNA) ditemukan tewas setelah terseret arus banjir.
Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
Setelah debit air mulai menurun baru dilakukan proses evakuasi bersama Basarnas dan warga. Jenazah berhasil diangkat dan dibawa ke rumah sakit.
“Jadi sudah berhasil dievakuasi,” kata dia.
Sementara itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Denpasar menerima informasi pada pukul 08.05 WITA dan segera memberangkatkan personel dari kantor yang berlokasi di Jimbaran.
“Sebanyak 5 personel yang kami tugaskan melakukan evakuasi, menurut laporan bahwa posisi korban berada di bawah dan tersangkut pipa,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.
Ketinggian air saat upaya evakuasi berkisar pinggang orang dewasa.
“Kondisi hujan mengakibatkan debit air semakin lama semakin tinggi, sehingga tim SAR gabungan bersama warga berupaya secepatnya mengevakuasi korban,” ungkapnya.
Ketika ditemukan korban masih menggunakan celana panjang berwarna hitam tanpa mengenakan baju.
Pukul 10.30 WITA jenazah korban dibawa menuju RSUP Prof. Ngoerah Denpasar dengan menggunakan ambulans PMI Kabupaten Badung.
Sementara itu, PS Kabubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti menjelaskan, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 01.10 Wita di Jembatan Jalan Krisnantara, Desa Tibubeneng.
Saat itu, korban diketahui nekat melintas di tengah genangan banjir yang cukup deras hingga akhirnya terseret arus bersama sepeda motor yang dikendarainya.
Korban baru ditemukan beberapa jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 04.40 Wita, setelah debit air sungai mulai surut.
Jenazah ditemukan di bawah jembatan menuju kawasan Canggu Pertiwi dalam kondisi tersangkut di antara dinding jembatan dan kayu yang terbawa arus.
“Jadi proses evakuasi jenazah korban dilakukan sekitar pukul 10.40 Wita oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Provinsi Bali, BPBD, serta personel Polres Badung dan Polsek Kuta Utara. Total personel yang terlibat dalam evakuasi mencapai lebih dari 20 orang,” ujarnya.
Evakuasi korban berhasil dilakukan, namun kendaraan milik korban belum dapat dievakuasi karena terjepit di dalam gorong-gorong jembatan dan kondisi air masih cukup tinggi.
Pihaknya mengakui ada beberapa kendala yang dialami dalam proses evakuasi, karena debit air tinggi.
| Sosok Rafid Ihsan Lubis, Pemilik Yayasan Aresha Ternyata Alumnus Fakultas Hukum UGM |
|
|---|
| Kronologi Santri Berusia 6 Tahun Tewas Terlindas Mobil Saat Menyeberang Jalan di Pondok Pesantren |
|
|---|
| Demi Judi Online, Pria Ini Nekat Bobol Kotak Amal di 4 Lokasi Tempat Ibadah |
|
|---|
| Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta: 13 Orang Jadi Tersangka |
|
|---|
| Kasus Pengasuh Daycare di Yogyakarta Aniaya Anak, Pemkot Siap Lakukan Sweeping dan Penutupan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251214_evakuasi-WNA-hanyut.jpg)