Rabu, 13 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Daftar Artis dan Aktivis Dapat Teror Misterius, Rumah Dilempar Bom Molotov hingga COD Palsu

Deretan teror yang diterima para aktivis dan influencer kini mengundang keprihatinan. Belum diketahui siapa pelaku teror

Tayang:
Penulis: Msi | Editor: muslimah
Tribunnews.com/Fauzi Alamsyah
FILM BARU - Aktor Yama Carlos di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2025). Aktor Yama Carlos menerima teror secara beruntun di hari yang sama pada 25 Desember 2025.  

"Tapi kira-kira mungkin yang membuat baperan atau menyinggung salah satu pihak yang itu tuh. (Yang terkait bencana Aceh) hanya satu," kata Yama, dikutip Tribunnews dari YouTube Nusantara TV, Jumat (2/1/2026).

Konten itu yang disinyalir menjadi pemicu Yama mendapat rentetan teror.

Konten itu berupa video Yama Carlos memparodikan seorang pejabat negara tengah mengangani bencana Sumatra.

Pria yang memiliki nama asli Hamba Ramanda itu mengunggah video tersebut di akun media sosialnya, yang sama sekali tidak menyebutkan nama atau pihak manapun.

Adapun teror yang dialami Yama meliputi peretasan WhatsApp, ancaman hingga pengiriman barang Cash on Delivery (COD) fiktif bernilai jutaan rupiah.

Selain ibu temannya, peneror juga bisa mengetahui nomor pribadi istrinya, yang tidak pernah dibagikan ke sembarang orang.

Bahkan, diduga nomor nenek dari anak laki-laki Yama turut menjadi sasaran peneror.

Belum Berniat Lapor Polisi

Kendati demikian, Yama belum berniat melaporkan teror yang dialaminya ke aparat kepolisian.

"Mohon maaf ya, apakah salah sih kita punya hak untuk tidak percaya kepada siapapun atau kepada pihak siapapun. Apakah kita harus percaya sama pihak siapapun atau institusi siapa pun," ungkap Yama.

Pemain film Belahan Jiwa itu mengaku sebenarnya memiliki keinginan untuk melaporkan teror yang dialaminya ke polisi.

Namun, ia mempertanyakan tindak lanjut laporan tersebut.

Menurutnya, meskipun laporan masyarakat pada prinsipnya akan diterima, proses lanjutan sering kali membutuhkan berbagai kelengkapan, termasuk alat bukti.

"Saya pengen lapor, jujur, tapi pertanyaan lanjutannya apakah setelah saya melapor laporan saya akan diproses."

"Ya laporan semua masyarakat pasti akan diterima, saya percaya pasti diterima, apakah setelah itu langsung diproses?"

"Semua orang juga tahulah, laporan yang bakal diproses itu kan pasti butuh kelengkapan-kelengkapan, belum alat-alat buktinya atau melengkapi hal-hal yang lain," ungkap dia.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved