Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Satu Desa Nyaris Habis Terbakar gara-gara Bocah Main Petasan

Kebakaran besar terjadi di permukiman padat penduduk di Kalimantan Timur. Api hampir melalap habis satu desa.

Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JOGJA/ISTIMEWA
ILUSTRASI KEBAKARAN: Kebakaran besar terjadi di permukiman padat penduduk di Kalimantan Timur. Api hampir melalap habis satu desa. (TRIBUN JOGJA/ISTIMEWA) 
Ringkasan Berita:
  • Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Paser, Kalimantan Timur, Kamis (26/2/2026).
  • Satu desa hampir ludes dilalap api gara-gara anak-anak bermain petasan.
  • Total kerugian diperkirakan mencapai Rp9,6 miliar.

 

TRIBUNJATENG.COM - Kebakaran besar terjadi di permukiman padat penduduk di Kalimantan Timur.

Api hampir melalap habis satu desa.

Kejadiannya di Desa Muara Adang, Kecamatan Long Ikis, Paser, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (26/2/2026) sore.

Baca juga: Dua Bus Hangus dalam Kebakaran Gudang Besi Tua di Klaten

Kurang lebih 34 rumah ludes terbakar dan 11 rumah lainnya terdampak.

Total kerugian diperkirakan mencapai Rp9,6 miliar.

Kronologi

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Paser, M. Lukman Darma mengatakan, kebakaran diduga bermula dari aktivitas anak-anak yang bermain petasan di depan kios BBM.

Percikan petasan diduga menyambar bahan bakar di sekitar kios.

“Percikan petasan diduga menyambar bahan bakar di sekitar kios dan memicu api. Kobaran cepat membesar karena banyaknya material mudah terbakar dan merambat ke bangunan sekitar,” ujar Lukman.

Objek yang terbakar meliputi rumah, kios, dan kendaraan dengan luas area terdampak sekitar 3.500 meter persegi.

Total ada 34 rumah yang terbakar, sementara 11 rumah lainnya turut terdampak. Selain itu juga berdampak pada 57 kepala keluarga atau 173 jiwa.

M Lukman mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian ditaksir mencapai Rp9,6 miliar.

"Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp9.650.000.000," ungkap Lukman.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.00 Wita setelah tim pemadam dari Kecamatan Long Ikis, Long Kali, dan Kuaro berjibaku selama kurang lebih tiga jam.

Lukman menerangkan, pemadaman dilakukan dengan memanfaatkan sumber air dari PDAM dan air laut di sekitar lokasi.

Proses penanganan sempat terkendala akses gang yang sempit di kawasan pesisir serta jarak tempuh sekitar 35 kilometer dari pusat Kecamatan Long Ikis dengan kondisi jalan yang rusak, sehingga memperlambat respons awal.

Edukasi bahaya main petasan di lingkungan padat penduduk

Mencegah bahaya bermain petasan di permukiman padat penduduk perlu dilakukan melalui kombinasi edukasi, pengawasan, dan kepatuhan terhadap aturan.

Masyarakat perlu diberi pemahaman bahwa petasan berisiko menimbulkan kebakaran, luka bakar, gangguan pendengaran, hingga trauma psikologis, terutama bagi anak-anak, lansia, dan hewan peliharaan.

Orang tua memiliki peran penting untuk mengawasi anak-anak agar tidak membeli atau menyalakan petasan secara sembarangan, serta mengarahkan mereka pada kegiatan perayaan yang lebih aman.

Selain itu, ketua RT/RW dan tokoh masyarakat dapat membuat kesepakatan bersama atau imbauan tertulis untuk melarang atau membatasi penggunaan petasan di lingkungan padat, terutama di dekat rumah, kendaraan, dan instalasi listrik.

Penegakan peraturan daerah dan hukum yang melarang peredaran serta penggunaan petasan ilegal juga perlu didukung dengan pelaporan aktif dari warga kepada aparat.

Dengan kesadaran kolektif, pengawasan bersama, dan alternatif perayaan yang lebih aman, risiko bahaya petasan di permukiman padat penduduk dapat diminimalkan secara efektif. (*)

 

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Satu Percikan Petasan Bikin 1 Desa Nyaris Habis Terbakar, 173 Jiwa Terdampak, Kerugian Rp 9,6 Miliar

Baca juga: Penyebab Gudang Tiner Ludes Kebakaran di Kendal, Diduga Korsleting Listrik

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved