Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

OTT KPK Bupati Cilacap

Bupati Syamsul Diduga Terima Fee Proyek Pemkab Cilacap, KPK Periksa 27 Orang

Total ada sekira 27 orang yang terjaring dalam OTT KPK di Cilacap pada Jumat (13/3/2026), termasuk Bupati Syamsul Auliya Rachman.

Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Rayka Diah Setianingrum
OTT KPK - Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rachman. KPK OTT Bupati Syamsul, Jumat (13/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman terjaring OTT KPK pada Jumat (13/3/2026).
  • Bupati Syamsul disebut-sebut menerima fee beberapa proyek di Lingkungan Pemkab Cilacap.
  • Total ada 27 orang yang terjaring OTT dan saat ini masih menjalani pemeriksaan awal sebelum dibawa ke Gedung Merah Putih KPK Jakarta.

 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Total ada sekira 27 orang yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Cilacap pada Jumat (13/3/2026).

Di antara puluhan orang itu, salah satunya adalah Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.

Dari OTT tersebut, tim penyidik KPK menyita uang tunai. Terkait jumlahnya, hal tersebut akan dibeberkan secara rinci di Jakarta.

Adapun OTT tersebut disebut-sebut adanya dugaan penerimaan fee beberapa proyek di Lingkungan Pemkab Cilacap.

Baca juga: Sumarno Sempat Telepon Sekda Cilacap: Tidak Diangkat, Ternyata Ada OTT KPK

Sosok Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Terjaring OTT KPK saat Rapat

H-8 Lebaran, Arus Kendaraan di Tol Pemalang-Batang Mulai Meningkat Sore Ini

“Barang bukti yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini salah satunya adalah dalam bentuk uang tunai."

"Jumlahnya akan kami update kembali,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih, Jakarta seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (13/3/2026).

Budi mengatakan, KPK menangkap 27 orang dalam OTT tersebut yang terdiri dari Bupati Cilacap, ASN, dan pihak swasta.

Dia mengatakan, Bupati Syamsul Auliya masih dilakukan pemeriksaan secara intensif dan akan segera dibawa ke Jakarta.

“Nantinya tentu tim akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan dibawa ke Gedung KPK Merah Putih,” ujar dia.

Budi mengatakan, OTT tersebut terkait dengan dugaan penerimaan (fee) yang dilakukan Bupati terkait proyek-proyek di Pemkab Cilacap.

“Terkait dengan kegiatan penyelidikan tertutup di Cilacap, diduga adanya penerimaan yang dilakukan oleh Bupati berkaitan proyek-proyek,” ucap dia. 

KPK menyebut saat ini pihaknya memiliki waktu 1x24 jam terkait status pihak-pihak yang terjaring OTT tersebut. 

OTT CILACAP - Suasana penjagaan di Gedung Satreskrim Polresta Banyumas, tempat pemeriksaan awal Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman, Jumat (13/3/2026).
OTT CILACAP - Suasana penjagaan di Gedung Satreskrim Polresta Banyumas, tempat pemeriksaan awal Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman, Jumat (13/3/2026). (TRIBUN JATENG/Permata Putra Sejati)

Diperiksa di Polresta Banyumas

Terpisah, Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman menjalani pemeriksaan di Mapolresta Banyumas seusai ditangkap KPK pada Jumat (13/3/2026).

Orang nomor 1 di Kabupaten Cilacap ini tiba di Mapolresta Banyumas menggunakan bus sekira pukul 16.15.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved