Selasa, 9 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

OTT KPK Bupati Cilacap

Bupati Syamsul Diduga Terima Fee Proyek Pemkab Cilacap, KPK Periksa 27 Orang

Total ada sekira 27 orang yang terjaring dalam OTT KPK di Cilacap pada Jumat (13/3/2026), termasuk Bupati Syamsul Auliya Rachman.

Tayang:
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Rayka Diah Setianingrum
OTT KPK - Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rachman. KPK OTT Bupati Syamsul, Jumat (13/3/2026). 

Setelah itu, Syamsul masuk ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan lulus pada 2008.

Di sela pendidikan di IPDN, Syamsul juga aktif sebagai anggota Korpri pada 2004. Kemudian di keorganisasian PKB, dia menjabat sebagai Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten Cilacap sejak 2021 hingga sekarang.

KONDISI SEPI - Suasana pintu masuk kompleks Kantor Setda Kabupaten Cilacap, Jumat (13/3/2026). Aktivitas di area perkantoran terlihat lengang, mendadak sepi setelah OTT KPK yang dikabarkan menyeret sejumlah pejabat di Lingkungan Pemkab Cilacap.
KONDISI SEPI - Suasana pintu masuk kompleks Kantor Setda Kabupaten Cilacap, Jumat (13/3/2026). Aktivitas di area perkantoran terlihat lengang, mendadak sepi setelah OTT KPK yang dikabarkan menyeret sejumlah pejabat di Lingkungan Pemkab Cilacap. (TRIBUN JATENG/Rayka Diah Setianingrum)

Kantor Setda Cilacap Pasca OTT

Sementara itu, berdasarkan hasil pantauan Tribunjateng.com di kompleks Setda Kabupaten Cilacap, Jumat (13/3/2026) memang berbeda dari hari-hari biasanya.

Aktivitas di area kantor pemerintahan terlihat lebih sepi. Sejumlah pegawai tampak berbincang pelan di beberapa sudut gedung setelah kabar OTT KPK menyebar.

Tak hanya itu, suasana di kawasan Alun-alun Cilacap yang berada tak jauh dari kantor pemerintahan juga tampak lengang.

Beberapa warga yang melintas terlihat saling membicarakan kabar penangkapan pejabat daerah oleh KPK.

Di lingkungan Setda, pintu ruang kerja Sekda Kabupaten Cilacap juga telah disegel oleh KPK.

Segel berwarna putih dengan tulisan “Dalam Pengawasan KPK - Jumat, 13 Maret 2026” terpasang di pintu ruang kerja Sekda Sadmoko Danardono.

Penyegelan itu diduga berkaitan dengan OTT yang menyasar beberapa pejabat di Lingkungan Pemkab Cilacap.

Namun hingga kini belum diketahui secara pasti dokumen maupun barang apa saja yang menjadi fokus penyelidikan penyidik KPK.

Informasi yang dihimpun Tribunjateng.com menyebutkan, operasi tangkap tangan tersebut terjadi saat beberapa pejabat Pemkab Cilacap mengikuti rapat di Lingkungan Setda.

Beberapa pejabat yang diduga ikut diamankan kemudian dibawa menggunakan sebuah bus yang sebelumnya terparkir di area Samsat Cilacap.

Baca juga: BREAKING NEWS, KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Pak RT di Rembang Sebut Gus Yaqut Tidak Pulang ke Rumah Sejak Jadi Tersangka KPK

Sempat Telepon Sekda Cilacap

Sekda Jateng, Sumarno prihatin atas ditangkapnya Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Jumat (13/3/2026).

Dia menyebut, Bupati Cilacap kini telah dibawa tim penyidik KPK ke Jakarta.

Pihaknya pun kini masih terus memantau perkembangan atas peristiwa tersebut.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved