Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Dua Orang Terekam Bakar RSUD, Aksi Pertama Gagal tapi Tak Menyerah

Polres Paniai berhasil mengungkap bahwa RSUD Madi sengaja dibakar oleh dua orang warga, seorang laki-laki dan seorang perempuan.

Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
Kompas.com
KETERANGAN PERS: Kapolres Paniai, AKBP Roycke H. F. Betaubun dan Bupati Paniai, Yampit Nawipa saat memberikan keterangan pers di Mapolres Paniai. (KOMPAS.com/FINDI RAKMENI) 

“Setelah pelaku perempuan keluar, pelaku laki-laki masuk ruang terpadu. Selang beberapa detik, asap tebal langsung keluar dan merambat dengan cepat hingga membakar habis seluruh gedung ruang terpadu,” lanjut Roycke.

Tabung oksigen meledak, dua polisi terluka 

Kebakaran ini bukan tanpa korban.

Saat api mengamuk, kepanikan luar biasa terjadi ketika para perawat dan polisi berusaha mengevakuasi pasien dari zona bahaya.

Di tengah proses evakuasi, sebuah tabung oksigen berukuran besar meledak hebat.

Dua perwira polisi, yakni Kasat Samapta dan Kanit Sosbud Intelkam Polres Paniai, terluka akibat terkena serpihan kaca jendela yang hancur akibat ledakan tersebut.

Keduanya mengalami luka di bagian punggung, leher, dan kaki saat sedang mendorong tempat tidur pasien keluar dari kepungan asap.

Kerugian materiil akibat insiden ini ditaksir mencapai Rp 3 miliar hingga Rp 4 miliar.

Beruntung, meski bangunan semi-permanen itu ludes, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Bupati Paniai, Yampit Nawipa, mengecam keras aksi sabotase terhadap fasilitas publik ini.

Pasalnya, RSUD Paniai adalah jantung pelayanan kesehatan bagi masyarakat dari empat kabupaten: Paniai, Deiyai, Dogiyai, dan Intan Jaya.

“Masyarakat empat kabupaten semua berobat di sini. Kami minta polisi kejar mereka sampai dapat dan harus diproses hukum agar ada efek jera,” tegas Yampit, Kamis (16/4/2026).

Meski Ruang Terpadu kini tinggal puing, Yampit memastikan bahwa pelayanan kesehatan tidak boleh lumpuh.

Ia memberikan apresiasi kepada tenaga medis yang tetap tenang dan sigap menyelamatkan nyawa pasien di tengah kobaran api.

Kapolres Roycke Betaubun memastikan pihaknya tidak akan membiarkan kejahatan ini berlalu begitu saja.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved